Jumat Bahagia, Maulan Aklil Terima Keluhan Mulai dari Tidak Ada Uang, Tensi hingga Kolesterol Tinggi

Berbagai keluhan dan permintaan disampaikan warga yang datang pada program Jumat Bahagia di rumah dinas Wali Kota Pangkalpinang

Jumat Bahagia, Maulan Aklil Terima Keluhan Mulai dari Tidak Ada Uang, Tensi hingga Kolesterol Tinggi
bangkapos/Dedy Qurniawan
Jumat Bahagia Dari Tidak Ada Uang Sampai Keluhan Tensi dan Kolesterol Tinggi 

BANGKAPOS.COM - Berbagai keluhan dan permintaan disampaikan warga yang datang pada program Jumat Bahagia di rumah dinas Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (11/1/2019) pagi. Hari ini adalah pekan kedua Jumat Bahagia.

Pantauan bangkapos.com, warga menyampaikan keluhan persoalan kesehatan, urusan tanah, biaya pendidikan anak, hingga meminta bantuan diterbitkan buku.

Seorang wanita paruh baya misalnya, datang mengadu bahwa tensi darah dan kolesterolnya sedang tinggi.

"Luk kali tensi e tinggi, kolesterol sikok e," kata wanita tersebut.

"Jadi ku ni dokter aok, dukun aok," kata Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) menimpali obrolannya warga itu sambil bercanda.

Kepada Molen, Sekretaris Daerah Pangkalpinang Radmida Dawam kemudian mengatakan, tim dari Dinas Kesehatan akan ditempatkan di sini. Sekadar untuk memberikan pelayanan cek kesehatan seperti cek tensi darah atau sejenisnya. "Pak Ristum (Kepala Dinkes Pangkalpinang) bisa kalau ada yang keluhan-keluhan seperti ini, Pak," kata Radmida.

"Aok ok, tolong disampaikan ke Pak Ristum," ujar Molen.

Kepada wartawan, Molen mengatakan, warga menyampaikan berbagai macam keluhan. Menurut dia, keluhan itu merupakan cerminan keadaan masyarakat yang sebenarnya.

Menurut Molen, adakalanya warga datang mengadu dan meminta didengarkan.

"Macam-macam, ada yang tidak ada uang tetapi inilah refleksi keadaan masyarakat kita yang sebenarnya. Kita harus sabar, mendengar, apa yang jadi keinginan warga," kata Molen.

Keluhan dan aspirasi warga ini, Molen melanjutkan, akan menjadi catatan bagi pihaknya untuk bertindak ke depan.

"Ternyata misalnya ada jalan yang belum diaspal, ini bisa tahun depan atau di APBD Perubahan, kami aspal. Ada yang minta anaknya bantuan sekolah, ternyata anaknya SMA, mereka belum tahu bahwa itu terkait kewenangan provinsi," tutur Molen. (BANGKAPOS.COM / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved