Pemanfaatan Karet Jadi Bahan Campuran Aspal Bisa Tingkatkan Harga Karet

Produk turunan karet itu banyak, bukan hanya untuk ban. Beberapa negara sudah menjadi pengganti aspal

Pemanfaatan Karet Jadi Bahan Campuran Aspal Bisa Tingkatkan Harga Karet
Bangka Pos/Krisyanidayati
Kepala Dinas Pertanian Babel, Juaidi. 

 BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Juaidi mengatakan digunakannya karet untuk mencampur pembuatan aspal merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produk hilirisasi karet

Juaidi menyebutkan, hal ini juga bisa meningkatkan nilai tambah yang berdampak pada meningkatnya harga komoditas ini.

Namun, sayangnya penggunaan karet untuk pencampur aspal belum masif digunakan. 

"Produk turunan karet itu banyak, bukan hanya untuk ban. Beberapa negara sudah menjadi pengganti aspal dan lebih elastis dan lebih bagus untuk perekat agregat yang akan disebarkan di jalan dia lebih kuat," katanya, Jum'at (11/1/2019).

Semakin banyak pengembangan hilirasi karet, diyakini akan meningkatkan harga karet dengan catatan kualitas karet juga harus bagus. 

"Ini membantu peningkatan harga karet dalam negeri. Tapi bukan hanya produksi, kualitasnya harus bagus.

Getah yang didapat tapi pembekuan enggak standar harusnya asam semut tapi menggunakan tawas ini perlu upaya meningkatkan kualitas melalui semacam subsidi asam semut," jelasnya

Ia juga berharap nantinya ada industri hilirasi pengolahan karet di Babel. Sehingga, nantinya karet yang dikirim bukan hanya balokan saja. 

"Kita berharap ada pengolahan bisa dihadirikan di daerah kita, kalau bisa itu bagus untuk harga yang realistis dibeli untuk masyarakat. Ini menjadi peluang kalau pabrik aspalnya bisa dibuat di kita," katanya.

Kedepannya, ia berharap untuk meningkatkan hilirisasi produk perkebunan Babel, sehingga tidak hanya dikirim dalam bentuk bahan baku. 

"Kita masih terbatas dipengembangan, seperti sawit masih CPO, lada juga masih lada butir, karet juga sama. Ini yang akan kita kerjasamakan dengan OPD terkait untuk hilirasasi.

Kalau dinas pertanian bisa memberikan data lahan, produksi, mungkin disperindag bisa untuk industrinya," katanya.  (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati).

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved