Kadinkes Bangka Lantik Kader Posyandu Remaja

Masing-masing desa memiliki lima kader posyandu remaja. Tujuan pembentukan posyandu remaja memberikan pengetahuan

Kadinkes Bangka Lantik Kader Posyandu Remaja
ist/dinas kesehatan kabupaten bangka
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka ketika melantik para Kader Posyandu Remaja Desa Pemali dan Karya Makmur, Sabtu (12/1/2019) di Puskesmas Pemali. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka dr Then Suyanti melantik para Kader Posyandu Remaja Desa Pemali dan Karya Makmur, Sabtu (12/1/2019) di Puskesmas Pemali.

Pelantikan kader posyandu remaja ini terselenggara untuk pertama kalinya di Kabupaten Bangka yang difasilitasi langsung oleh Pimpinan Puskesmas Pemali, staf dan pengelola program khususnya untuk remaja yang mempunyai potensi membantu meningkatkan pelayanan kesehatan remaja.

Masing-masing desa memiliki lima kader posyandu remaja. Tujuan pembentukan posyandu remaja memberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja,

memberikan pengetahuan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi, dan Napza bagi remaja serta menciptakan wadah generasi muda di masing-masing desa sebagai wadah pembinaan dan memahami pentingnya gaya hidup sehat.

Then menilai, remaja sebagai penerus dan calon pemimpin bangsa di masa depan, mendapatkan hak dan kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, terjamin kelangsungan hidupnya, bebas dari tindakan diskriminasi dan perlakuan yang salah, termasuk terlindungi dari berbagai masalah kesehatan.

"Masalah kesehatan pada kelompok ini terutama disebabkan karena kecenderungan untuk perilaku yang berisiko. Kompleksnya permasalahan kesehatan pada remaja, tentunya memerlukan penanganan yang komprehensif dan terintegrasi yang melibatkan semua unsur dari lintas program dan sektor terkait," jelas Then.

Untuk itu, Kementarian Kesehatan telah mengembangkan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) di puskesmas, dengan paket pelayanan komprehensif bagi kesehatan remaja meliputi KIE, konseling, pembinaan konselor sebaya, layanan klinis/medis dan rujukan termasuk pemberdayaan masyarakat.

Namun pelayanan di dalam gedung yang diberikan oleh tenaga kesehatan masih memiliki keterbatasan jumlah sarana dan hambatan terkait akses karena geografis yang beragam,

hal tersebut membutuhkan upaya memberdayakan masyarakat berupa turut sertanya masyarakat secara mandiri dalam upaya promotif serta preventif, misalnya kegiatan seperti posyandu.

Diakui Then, melihat keberhasilan posyandu dalam memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan bayi dan balita, perlu juga dikembangkan model posyandu yang sama bagi sasaran anak-anak remaja.

"Posyandu remaja diharapkan menjadi sebuah wadah masyarakat yang memfasilitasi remaja dalam memahami permasalahan kesehatan mereka, memperluas jangkauan Puskesmas PKPR dalam memberikan pelayanan promotif dan preventif kepada sasaran remaja,

terutama bagi remaja di daerah yang memiliki keterbatasan akses maupun hambatan geografis seperti daerah terpencil, daerah kepulauan atau terisolasi/terasing lainnya,," kata Then.

Pada kesempatan ini dia berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat, sehingga Puskesmas Pemali bisa menerapkan pelayanan remaja dengan mengacu pada standar pelayanan nasional, bisa membentuk posyandu remaja dan sekaligus melantik kader posyandu remaja.

"Saya berharap agar posyandu remaja ini dapat berjalan dengan baik dan kader remaja yang dilantik dapat menjalankan tujuan utamanya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang peduli remaja," harap Then.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved