Warga Geger, Buaya Kuning dan Hitam Sering Menyeberang Jalan

Keberadaan buaya di aliran Sungai Layang, Desa Bukitlayang, Kecamatan Bakam, bukan hal aneh. Bahkan di anak sungai buaya sering menampakan diri

Warga Geger, Buaya Kuning dan Hitam Sering Menyeberang Jalan
bangkapos/ferylaskari
ILUSTRASI buaya yang berhasil ditangkap pawang. 

BANGKAPOS.COM -- Keberadaan buaya di aliran Sungai Layang, Desa Bukitlayang, Kecamatan Bakam, bukan hal aneh. Bahkan di anak sungai atau aliran kecil dekat pemukiman pun, buaya sering menampakan diri.

Jika warga setempat tak merasa aneh, namun tidak demikian dengan warga luar desa. Mereka sengaja datang ke Desa Bukitlayang, untuk melihat kemunculan buaya bersama Pawang, Mang Dali dan Kepala Desa (Kades) Bukitlayang, Andry, Rabu (9/1).

Warga tersebut, Tuyung, Ayung, Sinta, Endang dan Satri. Mereka sengaja datang dari Kecamatan Pemali untuk melihat sang predator. Warga kemudian berhenti di tepi jembatan, anak Sungai Layang di Dusun Pangkalayang Desa Bukitlayang.

Namun ketika itu, sang pawang, Mang Dali gagal menghadirkan buaya tersebut. Padahal Mang Dali sudah berusaha memanggil buaya dalam ritual khusus menggunakan jampi-jampi.

"Siang ini (kemarin -red) buayanya sedang menjauh. Sedang tidak ada di anak sungai," kata Mang Dali mengaku sempat mendeteksi keberadaan buaya dalam mata batin spiritualnya dari atas Jembatan Dusun Pangkalayang Desa Bukitlayang Kecamatan Bakam, kemarin.

Menurutnya, ada dua buaya besar biasa menampakan diri di sekitar bawah jembatan itu. Pengguna jalan dari luar desa sering berhenti melihat keberadaan buaya tersebut.

"Ada dua ekor buaya yang sering muncul di dekat jembatan ini. Buaya kuning ukurannya lebih kecil, bobot sekitar 250 kg. Tapi kalau buaya hitam ukuran lebih besar, panjang empat meter lebih, bobot sekitar setengah ton," ungkap Mang Dali.

Mang Dali menyebutkan, jumlah buaya di Sungai Layang Desa Bukitlayang jumlahnya sudah tak terhitung lagi. Namun dua ekor di antaranya, yaitu buaya kuning dan buaya hitam yang dimaksud, sering masuk ke anak sungai, persis sekitar bawah jembatan ujung Dusun Pangkalayang Desa Bukitlayang.

"Bahkan kadang buaya naik ke darat, menyeberang jalan (aspal)," bebernya.

Kades Bukitlayang, Andry pada kesempatan yang sama, Rabu (9/1) mengakui, banyak buaya hidup di berbagai aliran sungai di Desa Bukitlayang.

"Di Sungai Layang Desa Bukitlayang ini memang banyak buaya. Sungai ini punya beberapa aliran, yang disebut anak sungai, yang juga dihuni oleh buaya. Kita berharap, buaya ini tak mengganggu warga," tambah Kades.

Kades yakin, kawanan buaya yang dimaksud tidak akan menyerang manusia asalkan habitat atau lingkungannya tak terganggu. Diharapkan warga terus menjaga kelestarian alam agar ekosistem menjadi seimbang. 

"Sebagai perwakilan dari pemerintahan desa, kami berharap, semua pihak sama sama kita jaga kelestarian lingkungan, terutama dinas terkait, seperti BKSDA (Badan Konservasi Sumber Daya Alam)," ujarnya. (ferri laskary)

Editor: Herru W
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved