Acil Beberkan Fakta dan Kisah Jadi Investor Bitcoin BTC Panda Hingga Melapor ke Polisi

Pada 8 Mei 2016, Andre Effendi (49) yang akrab disapa Acil dan 24 orang anggota BTC Panda bertolak ke Malaysia untuk mengikuti acara malam apresiasi

Acil Beberkan Fakta dan Kisah Jadi Investor Bitcoin BTC Panda Hingga Melapor ke Polisi
ISTIMEWA/DOK.ANDRE EFFENDI
TERIMA JAMUAN -- Anggota jaringan investasi virtual Bitcoin saat jamuan makan dan malam apresiasi di salah satu Hotel di Malaysia, 8 Mei 2016. 

Sementara itu, Andre juga terpaksa beberapa kali menanggung investasi para anggotanya. "Beberapa kali saya harus membayar sendiri uang anggota. Ada yang Rp 10 juta, ada yang Rp 30 juta. Itu pun masih banyak yang masih terbenam," kata Andre.

3 Situs induk Bitcoin dimatikan pengelola

Dugaan adanya penipuan menguat karena beberapa situs yang digunakan kemudian dihapus pengelola. Komunikasi yang kian sulit, serta tidak adanya imbal balik investasi membuat kasus ini berakhir di kantor polisi.

Baca: Rugi Miliaran, Ratusan Warga di Bangka Belitung Tertipu Investasi Bitcoin, Begini Kronologisnya

"Ada banyak kelompok jaringan. Induknya sama. Salah satunya kami tergabung di BTC Panda," kata Andre.

4 Penyelidikan berjalan dua tahun, tak ada titik terang

Kasubdit II Direktorat Kriminal Umum Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Rully Tirta Lesmana membenarkan adanya limpahan kasus terkait investasi virtual menggunakan Bitcoin.

Kasus tersebut awalnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya. "Pelapor tergiur bagi hasil 15 persen dalam 15 hari. Atau 1 persen setiap harinya," kata Rully yang ditemui Kompas.com di Mapolda Bangka Belitung.

Baca: Polda Bangka Belitung Terima Limpahan Kasus Bitcoin, Bang Acil Merasa Dirugikan

Rully mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan telah menghimpun keterangan dari pelapor. Meski demikian, dua tahun sejak kasus tersebut dilaporkan, polisi masih belum menemukan petunjuk berarti.

5 Harapan Andre dan korban penipuan Bitcoin BTC Panda 

Menanggapi pelimpahan kasusnya ke Polda Kepulauan Bangka Belitung, Andre hanya bisa berhadap pelaku dapat segera ditangkap. "Kami berharap kasus ini diungkap dan pelakunya ditangkap. Bukti-bukti sudah kami serahkan," ujar dia.

Sementara itu, AKBP Rully Tirta Lesmana mengatakan, kasus tersebut saat ini ditangani oleh tim kriminal umum. "Kasusnya ini ke penipuan jadi dilimpahkan ke kriminal umum. Saat di Polda Metro ditangani kriminal khusus karena terkait transaksi internet," tutupnya.(Kompas.com)

Editor: emil
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved