Pertumbuhan Ekonomi Babel Belum Sentuh Angka 5

Belum tembusnya angka lima persen pertumbuhan ekonomi Babel, lantaran masih minimnya investasi yang masuk ke Babel.

Pertumbuhan Ekonomi Babel Belum Sentuh Angka 5
Bangka Pos / Krisyanidayati
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitan dan Pengembangan (Bapppeda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Fery Insani 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung beberapa tahun terakhir belum mencapai angka lima persen, meskipun selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Pertumbuhan ekonomi  Babel pada tahun 2015 pertumbuhan ekonomi Babel 4,08 persen kemudian naik menjadi  4,11 pada 2016, dan pada  2017 naik di angka 4,51.

Belum tembusnya angka lima persen pertumbuhan ekonomi Babel, lantaran masih minimnya investasi yang masuk ke Babel.

Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappppeda) Babel, Ferry Insani mengatakan ada beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi yakni konsumsi rumah tangga, ekspor impor dan investasi.

Ferry meceritakan, dalam rapat nasional Bappenas kerap menanyakan penyebab pertumbuhan ekonomi Babel tidak tembus angka 5 persen.

"Pertumbuhan ekonomi kita tidak beranjak dari 4, masih di bawah 5 beberapa tahun ini. Kalau rapat di Bappenas ditanya terus kenapa enggak bisa lima. Salah satu pemicu investasi disamping konsumsi rumah tangga," ujarnya belum lama ini.

Ia menyebutkan, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Babel perlu dipacu agar banyaknya investasi yang masuk. Lebih lanjut, untuk mendorong investasi perlu dilakukan beberapa hal seperti pembangunan pelabuhan yang representatif, ketersediaan pasokan listrik, infrastruktur yang mendukung seperti jalan, dan menjamin kemudahan berinvestasi di Babel.

Fery menyebutkan, saat ini investasi yang masuk masih pada bidang pertambangan, perkebunan, belum merambah sektor lainnya.

"Pemda menyiapkan infrastruktur pendukung, dan regulasi  yang tidak menyulitkan, ini yang kita lakukan untuk menarik investor untuk menanamkan investasinya, perlu promosi juga agar orang ramai-ramai investasi ke Babel," katanya.

Selain investasi, konsumsi rumah tangga juga perlu ditingkatkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. 

"Kalau konsumsi rumah tangganya sudah baik, ini juga berdampak pada meningkatnya pendapatan masyarakat, mengurangi pengangguran, dan saya yakin ekonomi akan meningkatkan," tukasnya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

 

 

Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved