60 Persen Peredaran Narkoba di Babel Ada di Pangkalpinang, Nilainya Mencapai Rp 14 Triliun per Tahun

Sesuai apa yang disampaikan Molen, tes urine serupa akan terus dilakukan hingga ke seluruh jajaran OPD Pangkalpinang.

60 Persen Peredaran Narkoba di Babel Ada di Pangkalpinang, Nilainya Mencapai Rp 14 Triliun per Tahun
(BANGKA POS / DEDY QURNIAWAN)
Sampel urine puluhan pejabat Pemkot Pangkalpinang saat tes urine dadakan yang dilakukan bekerja sama dengan BNNK Pangkalpinang di ruang OR, Kantor Wali Kota, Senin (14/1/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kepala BNNK Pangkalpinang AKBP Ichlas Gunawan mengatakan, hasil tes urine yang dilakukan terhadap Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) dan puluhan pejabat eselon II dan III pagi tadi semuanya negatif.

Sesuai apa yang disampaikan Molen, tes urine serupa akan terus dilakukan hingga ke seluruh jajaran OPD Pangkalpinang.

"Termasuk PKK juga mungkin akan kami lakukan tes urine. Ini harus didukung pemerintahannya," kata Ichlas.

Dalam Sosialisasi Sismonev Inpres No.6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional 2018-2019 dan Program Kelurahan Bersinar oleh BNNK Pangkalpinang ini, Ichlas menyatakan, pada 2018, 60 persen peredaran dan penyalahgunaan narkoba berada di Pangkalpinang.

Pihaknya mengasumsikan satu orang mengonsumsi satu gram jenis sabu-sabu per bulan dan jika ada 8000 orang yang menyalahgunakan narkoba, maka ada 8 kilogram peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Pangkalpinang.

Nilai rupiah dari asumsi tesebut Rp 14 triliun per tahun. Pasalnya per gram narkoba dijual pengedar seharga Rp 1,8 juta per gram.

Ke depan, jika melihat barang bukti dari kasus narkoba yang selama ini berhasil diungkap, maka diprediksi akan ada peningkatan peredaran dan penyalahgunaan narkoba sekitar 5 sampai 10 persen.

"Itu prediksi kami ya, peredaran di Pangkalpinang ini hasil yang ada di kami, kemungkinan tetap ada peningkatan makanya kami harus gencar. Ada tiga yang harus kami berantas, pertama bandar ini harus kami sikat, kedua para pecandu, kalau memang bisa direhabilitasi, kami rehabilitasi karena UU memberi ruang untuk itu. Dan ketiga ketidakpedulian, ini musuh kami, ini yang berat," beber Ichlas. (BANGKAPOS.COM / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved