Gabungan Nelayan Basel Gagal Demo di Polda, Ini Penyebabnya

Sound system kita rusak karena batas aksi pukul 17.00 WIB aksi kita batalkan dan mencari tempat untuk menginap

Gabungan Nelayan Basel Gagal Demo di Polda, Ini Penyebabnya
Bangkapos/Deddy Marjaya
Nelayan asal Bangka Selatan berkumpul dijalan perkantoran Air Itam Pangkalpinang setelah gagal aksi damai di Polda Kepulauan Bangka Belitung Senin (14/1/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Akibat peralatan sound system terkena hujan dalam perjalanan dari Toboali ke Pangkalpinang mengalami kerusakan rencana aksi damai di Polda Kepulauan Bangka Belitung yang akan dilaksanakan oleh gabungan nelayan Kabupaten Bangka Selatan gagal Senin (14/1/2019) sore .

Sebab peralatan pengeras suara mereka mengalami kerusakan.
Pendemo pun memutuskan untuk menginap dan akan melakukan aksi besok.

"Sound system kita rusak karena batas aksi pukul 17.00 WIB aksi kita batalkan dan mencari tempat untuk menginap," Kata Qodi koordinator aksi.

Berdasarkan jadwal aksi uang diterima pihak Polda Kepulauan Bangka Belitung rencananya aksi damai didepan Polda Kepulauan Bangka Belitung akan dilaksanakan pukul 14.00 WIB dengan jumlah peserta aksi sebanyak 300 orang.

Angggota kepolisian dari berbagai kesatuan baik polda maupun polres pangkalpinang telah berjaga jaga sejak pagi hari. Hujan deras yang mengguyur diperkirakan akan menghambat perjalanan para pendemo.

Setelah ditunggu tunggu sekitar pukul l15.30 WIB rarusab massa tiba di Simpang Tiga Bandara arah Perkantoran Air hitam.

Massa memilih berhenti untuk berkoordinasi dan menyiapkan peralatan. Namun setelah dicek peralatan pengeras suara mengalami kerusakan.

Selanjutnya sejumlah orang berusaha memperbaiki namun baru berhasil diperbaiki pukul 16.45.

Akibatnya aksi langsung mereka batalkan karena tak lama lagi yakni pukul 17.00 adalah batas aksi massa.

"Kita sepakat aksi dilanjutkan besok saja karena Toboali jauh mending menginap saja di Pangkalpiang untuk bisa aksi besok karena kita mengajukan ijin aksi selama 4 hari kedepan," kata Abdullah salah seorang pendemo

Menurut Abdullah selatan menuntut keseriusan aparat terkait menertibkan kapal trawl dan compreng nelayan juga meminta keselamatan mereka dilindungi.

Pasalnya beberapa hari ini sejumlah nelayan didatangi orang dengan kapal speed lidah menghalau. Mereka mengancam nelayan untuk tidak melaut sampai kapal trawl juga diiizinkan.

"Kita tidak tahu siapa mereka dan siapa yang menyuruh tapi kita merasa terancam keselamatan," kata Abdullah.(bangkapos./deddy marjaya)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved