Ketua DPRD Babel Soroti Peran Gubernur dan Bupati Soal Kapal Trawl

Ketua DPRD Propinsi Bangka Belitung kaget keluhan nelayan Bangka Selatan masih saja muncul sampai melakukan demo ke Polda Babel, Senin (14/1).

Ketua DPRD Babel Soroti Peran Gubernur dan Bupati Soal Kapal Trawl
bangkapos/deddy marjaya
Nelayan asal Bangka Selatan berkumpul dijalan perkantoran Air Itam Pangkalpinang setelah gagal aksi damai di Polda Kepulauan Bangka Belitung Senin (14/1/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Ketua DPRD Propinsi Bangka Belitung kaget keluhan nelayan Bangka Selatan masih saja muncul sampai melakukan demo ke Polda Babel, Senin (14/1).

Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya sebelumnya yakin dengan SK yang dikeluarkan oleh Gubernur Babel, Erzaldi Rosman untuk membentuk tim terpadu dapat menyelesaikan permasalahan nelayan Basel.

"Kita pikir dengan SK pembentukan tim terpadu ini bisa menyelesaikan permasalahan. Ternyata belum selesai juga. Disini dibutuhkan tidak hanya pencegahan tapi pegakan hukum terpadu," kata Didit Srigusjaya, Senin (14/1).

Tim terpadu terdiri dari DPK Babel atas nama Pemprov Babel, Lanal Babel dan Dit. Polairud Polda Babel, Polres Basel dan instansi terkait lainnya.

Didit menilai keberadaan tim terpadu ini sudah tepat. Akan tetapi yang dipertanyakannya peranan dari Pemerintah Propinsi Babel dan Pemda Basel tidak ada.

"SK ini sudah ada. Yang kita pertanyakan itu peranan pemerintah propinsi dan pemda Basel itu dimana. Yang dibutuhkan juga kehadiran pemerintah. Disini kita tidak melihat kehadiran pemerintah, karenanya masalah ini juga tak selesai," kata Didit Srigusjaya.

Lebih lanjut Didit mengkritik tim terpadi patroli di Perairan Bangka Selatan. Apalagi sejak dibentuk tim tersebut sampai sekarang belum juga menyelesaikan masalah.

Menurut Didit bila pemerintah ingin membantu, kata Didit Srigusjaya harus membantu secara maksimal. Bantuan tidak boleh setengah-setengah.

"Kalau mau bantu jangan setengah-setengah apalagi ini untuk masyarakat. Kalau memang butuh dana, pemerintah harus mengucurkan dana untuk operasional tim ini," tegas Didit Srigusjaya.

Didit menambahkan pihaknya mengusulkan untuk ditempatkan kapal AL dan Airud langsung di sekitar lokasi.

"Apa masalahnya. Kita usul saja, kalau mau bantu tongkrongi saja kapal AL, kapal Airud disana. Cuma kan ini butuh dana juga. Pemerintah bisa mengeluarkan anggaran untuk BBMnya dan lain sebagainya. Bila perlu DPRD minta ke Kapolri, tempatkan kapalnya disana," ujar Didit Srigusjaya.

Pendemo Putuskan Nginap di Pangkalpinang
Gabungan nelayan Kabupaten Bangka Selatan sedianya akan mengelar aksi di Polda Babel, Senin (14/1) terkait masih maraknya operasi kapal trawl dan compreng di laut Bangka Selatan. Akan tetapi karena peralatan sound system terkena hujan dalam perjalanan dari Toboali ke Pangkalpinang mengalami kerusakan sehingga aksi damai ditunda. Pendemo pun memutuskan untuk menginap dan akan melakukan aksinya hari ini, Selasa (15/1).

"Sound system kita rusak karena batas aksi pukul 17.00 WIB aksi kita batalkan dan mencari tempat untuk menginap," kata Qodi koordinator aksi.

"Kita sepakat aksi dilanjutkan besok saja karena Toboali jauh mending menginap saja di Pangkalpiang untuk bisa aksi besok karena kita mengajukan ijin aksi selama 4 hari kedepan," kata Abdullah seorang pendemo. (die/can)

Berita selengkapnya baca Bangka Pos Edisi Cetak, Selasa, 15 Januari 2019

Editor: respisiusleba
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved