Molen dan Puluhan Pejabat Eselon II dan III Dites Urine, Ini Hasilnya

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) mendadak mengikuti tes urine di ruang OR, Kantor Wali Kota, Senin (14/1/2019) pagi.

Molen dan Puluhan Pejabat Eselon II dan III Dites Urine, Ini Hasilnya
(BANGKA POS / DEDY QURNIAWAN)
Dadakan- Tes urine yang dilakukan Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) dan jajaran pejabat eselon II dan III Pemkot Pangkalpinang di ruang OR, Kantor Wali Kota, Senin (14/1/2019). Tes urine ini dilakukan bekerja sama dengan BNNK Pangkalpinang di sela Sosialisasi Sismonev Inpres No.6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional 2018-2019 dan Program Kelurahan Bersinar oleh BNNK Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) mendadak mengikuti tes urine di ruang OR, Kantor Wali Kota, Senin (14/1/2019) pagi.

Tes urine yang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Pangkalpinang ini juga diikuti sebanyak 66 pejabat eselon II dan III mulai dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat.

Hasilnya kemudian diketahui Molen dan jajaran pejabatnya negatif. 

"Alhamdulillah hasilnya, semuanya negatif," kata Molen kepada sejumlah wartawan sesuai tes urine yang dilakukan dadakan di sela acara Sosialisasi Sismonev Inpres No.6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional 2018-2019 dan Program Kelurahan Bersinar oleh BNNK Pangkalpinang ini.

Molen mengatakan, tes urine dadakan ini merupakan inisiatif dirinya sebagai Wali Kota Pangkalpinang. Tidak ada yang tahu akan ada tes urine selain dirinya dan Kepala BNNK Pangkalpinang AKBP Ichlas Gunawan.

"Ini juga tidak ada yang tahu. Kecuali kita berdua, Pak, ya, tiba-tiba kunci pintu, langsung," kata Molen.

Tes urine ini dilakukan karena ingin menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Tes serupa juga akan dilakukan ke seluruh jajaran ASN dan pegawai.

Pemkot akan memberikan dukungan berupa anggaran untuk melaksanakan tes urine secara rutin.

"Kami juga akan telusuri hingga ke staf, seluruh ASN yang ada di Kota Pangkalpinang," ucap Molen.

Molen menyatakan, ada sanksi tegas bagi ASN yang terlibat peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

"Sesuai ketentuan akan ada kebijakan (tegas). Ya, sudah ada yang ditindak, satu diberhentikan, dua lagi sedang proses," ucap Molen. (BANGKAPOS.COM / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved