Pertanian dan BUMDes Fokus Utama Desa Tumbak Petar

Pemerintah Desa Tumbak Petar pada 2019 menargetkan menjadi desa penghasil besar beras merah di Bangka Barat.

Pertanian dan BUMDes Fokus Utama Desa Tumbak Petar
Dokumentasi Tumbak Petar
Area padi ladang Desa Tumbak Petar 

BANGKAPOS.COM - Sejak dua tahun lalu Peme­rintah Desa Tumbak Petar yang berada di Wilayah Kecamatan Jebus, Bangka Barat lagi menggeliat melaksanakan pertemuan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat desa perihal pemahaman peningkatan kualitas pertanian dan perkebunan yang ada di desa tersebut.

Satu diantara yang jadi perhatian adalah rencana membudi­dayakan padi ladang di Desa Tumbak Petar.

Melalui keterangan Kepala Desa Tumbak Petar, Paril SE, pemerintah desa sudah mewacanakan pada tahun 2019 ini melakukan penanaman besar-besaran jenis tanaman padi ladang dalam upaya mewujudkan Desa Tumbak Petar menjadi desa penghasil besar beras merah di Bangka Barat.

“Sejak beberapa tahun kebelakang sebenarnya masyarakat desa ini sudah lama menanam padi ladang, karena tidak menentunya nilai jual dari lada dan sawit yang akhirnya berimbas kepada perekonomian masyarakat desa ini. Untuk itu dalam dua tahun ini kami selaku pemerintah desa memang sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat desa membudidayakan penanaman padi ladang di lahan-lahan yang tidak terpakai di desa ini,” kata Paril, Selasa (7/1).

Rencananya budidaya ini akan dilakukan di dua tempat yaitu Dusun Tumbak dan Dusun Petar.

Nantinya pembudidayaan padi ladang yang ditanam di dua dusun tersebut hasil panen padinya akan dipasarkan secara luas dengan bekerjasama dengan pihak-pihak yang berkompeten di bidangnya.

“Mulanya nanti kami selaku pemerintah desa akan menambah jalan usaha tani dan fasilitas lain yang gunanya mempermudah arus masuk dan keluar dari ladang-ladang di kedua dusun tersebut,” ucap Paril.

Lebih lanjut Paril mengatakan setiap tahun Desa Tumbak Petar baru bisa memanen sebanyak kurang lebih 130 ton padi saja.

Dia pun memiliki ide atas dasar karena sebagian besar masyarakat desa bermata pencaharian sebagai petani, tentu saja untuk penanaman padi ladang juga bukan sesuatu yang baru dan sulit bagi mereka.

“Apalagi tekniknya hanya de­ngan cara menugal tanah dan keperluan akan konsumsi beras juga semakin tahun semakin bertambah, jadi kenapa enggak dilakukan. Karena kalau sistem nugal, tidak perlu untuk diairi atau disiram, cukup tunggu hujan turun, tak perlu dipupuk, tanah sudah cukup subur dengan sisa-sisa tanaman yang telah terbakar dan lewat proses pembusukan. Sambil menunggu dan sesekali dibersihkan dari rumput liar yang mengganggu, kemudian dalam waktu lima sampai enam bulan biasanya padinya sudah bisa dipanen. Selain padinya sendiri yang akan diproyeksikan menjadi produk andalan yang dimiliki Desa Tumbak Petar nantinya hasil panen padi tersebut, pemerintah desa melalui peranan PKK, BUMDes dan Karang Taruna akan dimaksimalkan menjadi beragam olahan lainnya yang punya nilai ekonomis,” papar Paril.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved