20 WNA Pemijat Ilegal di Palembang Resmi Jadi Tersangka Lalu Dijebloskan ke Lapas

Sebanyak 20 Warga Negara Asing (WNA) yang diamankan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham)

20 WNA Pemijat Ilegal di Palembang Resmi Jadi Tersangka Lalu Dijebloskan ke Lapas
Kompas.com/Aji YK Putra
Fakta-fakta kasus praktik pijat ilegal WNA asal Malaysia, langganan para artis Tanah Air 

BANGKAPOS.COM - Sebanyak 20 Warga Negara Asing (WNA) yang diamankan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) pada 10 Januari lalu, resmi ditahan di dua lembaga pemasyarakatan (Lapas) di Palembang.

Adapun 8 orang WNA wanita, 6 WN Malaysia dan masing-masing satu WN Irlandia Utara dan Belgia, ditahan di Lapas Wanita Jalan Merdeka. Sedangkan, 12 orang WNA pria yang semuanya berasal dari Malaysia, ditahan di Lapas Pakjo. Tiba di Lapas Pakjo pada Selasa (15/01/2019) sore, ke-12 WNA pria termasuk Chris Leong di dalamnya, sempat berbicara kepada wartawan sebelum memasuki Lapas.

"Saya senang karena banyak wartawan di sini," kata Chris yang tampak menebar senyum begitu keluar dari minibus yang membawa ia dan rekan-rekannya.

Chris Leong merupakan fisioterapis asal Malaysia yang dikenal malang-melintang di dunia pengobatan tradisional. Ia dan 19 rekannya ditangkap imigrasi Palembang beberapa hari lalu, karena menyalahi izin tinggal.

Baca: Kasus Dugaan Pijat Ilegal Terungkap Tarif Pasien Datang Rp 4,5 Juta

Semula dia membuka praktik terapi ilegal di sebuah hotel berbintang di Jalan R. Soekamto. Didampingi kuasa hukumnya, Hendra Wijaya, Chris tampak tenang melayani pertanyaan wartawan.

"Kita akan ikuti proses hukum. Kami juga terus berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal (Malaysia)," kata Hendra Wijaya.

Kakanwil Kemenkumham Sumsel, Sudirman D Hury mengungkapkan, ke-20 WNA tersebut membuka praktik terapi ilegal di Palembang sejak 8 Januari lalu.

Mereka diduga melanggar izin tinggal selama berada di Indonesia, khususnya di Palembang. "Pelanggarannya jelas, menyalahi izin tinggal. Visa mereka itu kunjungan wisata, tapi nyatanya mereka membuka praktik terapi ilegal," kata Sudirman kepada wartawan di Lapas Pakjo.

Ia melanjutkan, Chris Leong dan kawan-kawan ditetapkan menjadi tersangka karena perbuatan mereka sehingga harus mendekam di Lapas hingga proses persidangan.

"Proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Tidak ada perlakuan khusus bagi para WNA ini," tegas Sudirman. Chris Leong dan kawan-kawan disebut-sebut fisioterapis profesional di negara asal mereka, Malaysia.

Halaman
12
Editor: emil
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved