Donald Trump Bantah Jadi Agen Rusia

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya memberikan pernyataan tegas

Donald Trump Bantah Jadi Agen Rusia
instagram.com/realdonaldtrump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump 

BANGKAPOS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya memberikan pernyataan tegas menanggapi kabar yang menyebut dirinya memiliki hubungan dengan pemerintah Rusia dan bekerja untuk Kremlin.

Bertempat di halaman Gedung Putih yang tertutup salju, pada Senin (14/1), Trump menegaskan bahwa dirinya tidak dan tidak akan pernah menjadi agen Rusia.

"Saya tidak pernah bekerja untuk Rusia. Ini sungguh memalukan sampai Anda menanyakan hal itu. Itu semua hanyalah sebuah kebohongan besar," ujarnya.

Pernyataan Trump itu disampaikan menyusul adanya dua pemberitaan, oleh The New York Times dan The Washington Post.

Pemberitaan pertama, dari The New York Post bahwa FBI telah memulai penyelidikan terhadap Trump untuk memastikan apakah dia telah bertindak atas kepentingan Rusia setelah dirinya menjabat sebagai presiden AS.

Sementara The Washington Post memaparkan apa yang disebutnya sebagai upaya tidak biasa yang diambil Trump untuk menyembunyikan isi percakapannya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Dalam laporannya, The Washington Post mengatakan bahwa Trump secara pribadi telah meminta catatan yang dibuat penerjemah selama pertemuan empat matanya dengan Putin.

Trump juga diduga memerintahkan penerjemah untuk tidak membocorkan isinya.

Informasi dalam dua pemberitaan tersebut, dikatakan merupakan hasil investigasi yang dilakukan jaksa khusus, Robert Mueller, yang juga sedang menyelidiki upaya Rusia dalam mempengaruhi pemilu AS pada 2016.

Sementara Gedung Putih, melihat bahwa isu tentang Trump yang beredar belakangan sebagai wujud politisasi FBI.

Trump juga berulang kali menyebut penyelidikan atas hubungannya dengan Rusia sebagai bentuk "perburuan penyihir".

Meski demikian, Partai Demokrat dan sebagian dari Republik telah berulang kali mengatakan bahwa sejumlah kebijakan pemerintahan Trump anehnya menguntungkan Rusia. (afp)

Editor: El Tjandring
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved