DPRD Babel Usulkan Kawasan Bebas Pajak

Anggota Pansus Raperda Industri, Aksan Visyawan mengusulkan kawasan bebas pajak atau cukai untuk mendukung industri di Babel.

DPRD Babel Usulkan Kawasan Bebas Pajak
Bangka Pos
Bantu Industri di Babel, Pemprov Ajukan Raperda ke DPRD 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Pemerintah Propinsi Bangka Belitung sedang mengajukan Raperda Tentang Pembangunan Industri 2019-2038. Keberadaan perda ini diharapkan dapat menarik minat investor berinvestasi di Babel.
Anggota Panitia Khusus Raperda Industri, Aksan Visyawan menjelaskan agar Propinsi Bangka Belitung menjadi daerah industri, banyak hal dan aturan yang harus diakomodir oleh pemerintah.
Menurut Aksan untuk menuju era industri dan menarik investasi masuk tidak hanya dalam soal perizinan dan pelayanan yang baik.
"Bila perlu daerah itu ada kawasan bebas pajak dan cukai. Tapi kita kaji lagi untuk daerah bebas pajak ini. Misalkan kawasan boundid area," kata Aksan.
Hal ini perlu dikaji dan dipertimbangan agar dapat mempercepat pembangunan Bangka Belitung. Bebas pajak seperti apa, diatur sedemikian rupa.
"Kita atur yang bebas pajak itu seperti apa. Seperti bebas pajak untuk impor. Tetapi dengan catatan hanya untuk bahan baku industri yang ada disini," ujar Aksan Visyawan.
Lebih lanjut Aksan Visyawan mengatakan Raperda Pembangunan Industri masih dalam kajian Pansus di DPRD Babel. Akan tetapi, keberadaan perda ini disambut dengan baik.
"Sudah saatnya lah Babel ini mengarah ke pembangunan industri. Industri yang ada saat ini masih kurang tumbuh dengan baik. Untuk itu perlu aturan yang tepat, penataan industri dengan baik. Memberikan berbagai kemudahan investasi agar Bangka Belitung ini lebih maju dan bisa menjadi propinsi Industri," jelas Aksan Visyawan.
Penataan industri, baik kawasan, aturan serta pelayanan menjadi lebih baik akan menjadi magnet tersendiri bagi investor. Babel yang memiliki sumber daya alam yang kaya serta keindahan alam yang mumpuni menjadi faktor pendukung masuknya investasi.
"Selama ini bahan mentah yang ada di Bangka Belitung dikirim keluar hanya dalam bentuk mentah. Padahal bila diolah di Bangka Belitung hasilnya akan menjadi lebih baik.
Akan tetapi, perlu regulasi yang tepat melimpahnya bahan mentah untuk diolah menjadi barang jadi. Investor pun harus diberikan kemudahan dalam berinvestasi," tegas Aksan.

Konsultasi ke Kementerian
Anggota Panitia Khusus Raperda Industri, Aksan Visyawan menjelaskan Pansus berencana akan mengkaji RPI ini secara mendalam, berkonsultasi ke Kementerian Perindustrian.
"Dalam perda ini pertama yang harus kita lihat pengaturan kawasannya, kemudahan investasi seperti apa. Dan tak kalah pentingnya kita juga harus mempersiapkan infrastruktur pendukung investasi dibidang industri ini," kata Aksan.
Aksan menegaskan jika perda tersebut untuk kemajuan industri Bangka Belitung maka DPRD Babel menyambutnya dengan baik.
"Kita sambut baik perda RPI ini. Bangka Belitung segera berbenah. Kita mau mengandalkan apalagi saat ini. Saatnya industri masuk ke Bangka Belitung dan kita pikirkan aturannya dengan baik," kata Aksan Visyawan. (can)

Editor: respisiusleba
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved