Ingat Bayi yang Ditemukan di Air Kelubi 6 Bulan Lalu, Begini Kisahnya Sekarang

Persidangan berlangsung tenang, si kecil Daffa juga tak rewel selama persidangan berjalan. Persidangan dihadiri pemohon

Ingat Bayi yang Ditemukan di Air Kelubi 6 Bulan Lalu, Begini Kisahnya Sekarang
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Azka Daffa Al Latief saat digendong pengasuh panti Nelly Rosila dan Siti usai menghadiri sidang perdana penetapan statusnya di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Selasa (15/1/2019). 

BANGKAPOS.CO, BELITUNG - Masih ingat dengan anak yang ditemukan warga Desa Air Kelubi awal Juli 2018 lalu?

Bayi laki-laki itu diberi nama Azka Daffa Al-Latief yang berarti anak laki-laki baik yang berhati lembut. Daffa panggilannya, kini tumbuh menjadi bocah menggemaskan yang dirawat di Panti Asuhan Nur Annisa Fitriani, Tanjungpandan.

Bayi mungil itu terlelap dalam dekapan pengasuh panti Nelly Rosila saat digendong memasuki ruang persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Selasa (15/1/2019).

Sidang perdana tersebut dilakukan guna memperjelas status Daffa sebagai anak terlantar, agar dapat segera mengurus akta kelahiran, dilanjutkan proses adopsi bagi calon orang tua asuhnya.

Persidangan berlangsung tenang, si kecil Daffa juga tak rewel selama persidangan berjalan. Persidangan dihadiri pemohon yang merupakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Sosial Kabupaten Belitung Haziarto.

Juga tiga orang saksi yang dua diantaranya pengasuh panti dan seorang anggota kepolisian yang menyampaikan penemuan Daffa malam itu dan kondisi bocah itu selama dirawat.

Saat ini, sudah tiga calon orang tua asuh berniat mengadopsi si kecil Daffa. Sebelumnya ada empat calon, namun satu di antaranya mengundurkan diri.

Usai persidangan nantinya, Haziarto berharap proses adopsi dapat dilakukan agar Daffa mendapatkan yang terbaik bagi tumbuh kembang bocah berkulit putih mulus itu.

"Prosesnya akan dilakukan sesegera mungkin. Nanti calon orang tua asuh akan dipanggil untuk menentukan yang akan mengadopsi Daffa," katanya.

Sementara itu, para pengasuh panti tampaknya terlanjur menyayangi Daffa. Wajar saja, usai ditemukan dan dibawa dinas tersebut, keterikatan emosional antara bocah itu dan pengasuhnya juga terjalin.

Sehingga mereka pun berharap Daffa tetap dirawat di panti dan menjadi bagian keluarga mereka.

"Apalagi dia (Daffa) saat usia 17 hari pernah mengalami hernia hingga harus di operasi. Kata dokter, kalau sudah pernah terkena hernia, dalam kehidupannya akan mengalami tiga kali. Berarti Daffa masih akan mengalami dua kali lagi," tutur Nelly.

Meski begitu, pihak panti akan terus mengikuti ketentuan yang ditetapkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Sosial. Yang jelas, semua mengharapkan yang terbaik bagi Daffa.(POSBELITUNG.CO/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved