Kakek 51 Tahun Ini, Tuntun Bocah SD ke Belakang Kantor Desa, Ternyata Mau Dicabuli

Kasus pencabulan terjadi di Kecamatan Manggar,Beltim. Seorang kakek berinisial SB (5I), tega mencabuli bocah 7 tahun

Kakek 51 Tahun  Ini, Tuntun Bocah SD ke Belakang Kantor Desa, Ternyata Mau Dicabuli
Dokumentasi polres Beltim
SB (51) pelaku pencabulan anak dibawah umur saat mendekam di sel Polres Beltim. 

BANGKAPOS.COM -- Kasus pencabulan terjadi di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur (Beltim). Seorang kakek berinisial SB (5I), tega berulang kali mencabuli bocah tujuh tahun yang masih duduk di bangku kelas satu sekolah dasar (SD).
Terungkapnya aksi bejad petugas kebersihan ini, setelah orangtua korban melapor ke polisi usai memergoki pelaku yang akan kembali mencabuli anaknya.
Tersangka sudah diringkus polisi dan dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Beltim. Sejumlah barang bukti (BB) turut diamankan berupa baju putih, rok merah dan celana dalam.
KBO Reskrim Polres Beltim, Iptu Karyadi mengungkapkan, penangkapan tersangka bermula saat orangtua SD, Kamis (10/1) akan menjemput anaknya pulang sekolah.
Di perjalanan, orangtua korban melihat anaknya sedang dituntun pelaku ke arah belakang kantor desa. Hal ini membuat orangtua korban curiga.
Ia kemudian menghampiri tersangka yang masih bertetangga dengan korban. Lalu bertanya kepada pelaku apa yang dilakukan terhadap anaknya.
"Awalnya pelaku mengaku hanya ingin mengingatkan korban jangan bermain hujan. Namun orangtua korban tidak percaya begitu saja. Lalu, dia menanyai anaknya dan dari situlah semua terungkap," ujar Iptu Karyadi kepada BN, Senin (14/1).
Iptu Karyadi menambahkan, modus dari pelaku merayu korban dengan diiming-imingi akan dikasih uang.
#Sudah Lima Kali
Menurut Iptu Karyadi, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara tersangka mengaku sudah lima kali mencabuli SD dan ditambah percoban pencabulan yang diketahui orangtua korban.
"Perbuatan pencabulan dilakukan pelaku berulang kali, sebanyak lima kali di tahun 2018 yakni bulan Juli dua kali, September dua kali dan terakhir pada bulan November satu kali," beber Iptu Karyadi.
Iptu Karyadi juga menyebutkan pelaku pencabulan SB merupakan warga Desa Baru, Kecamatan Manggar. Atas perbuatannya pelaku terancam minimal kurang penjara lima tahun.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Beltim, Sri Mulyani mengaku belum menerima laporan terkait kasus pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan SB (51).
Sempat terkejut, Sri Mulyani mengaku merasa geram atas tindakan pelaku melakukan pencabulan. Menurutnya, orang yang sudah berumur harus menjadi contoh yang baik, namun ini sebaliknya.
"Kami belum menerima kabar ini, tapi ini harus ditindak tegas, harus diproses secara hukum. Apalagi usia pelaku sudah tidak muda lagi, kasihan dengan korban," ujar Sri Mulayani ketika dihubungi, Senin (14/1).
Sri mengaku akan mendatangi pelaku dan korban hari ini, Selasa (14/1). "Kami akan melakukan jemput bola. Jangan sampai kejadian serupa terluang kembali," tegas Sri.
Menurut Sri, di Beltim sebelumnya pernah ada kasus serupa pada tahun 2017 dan 2018. Namun pihak keluarga enggan melaporkan ke polisi karena malu.
"Korban tetap kami pantau, tapi indentitas korban tetap kami jaga,. Kmi tetap bekerjasama dengan psikiater untuk pemulihan trauma kepada korban," ujar Sri.
Ia menjelaskan, dalam penanganannya korban kekerasan seksual harus selalu didampingi, meskipun korban tidak bisa pulih sepenuhnya.
"Kendalanya sekarang untuk dana psikoterapi itu memang tidak ada, jadi kami pendampingan langsung dari bidang pendampingan anak-anak," imbuh Sri. (suharli)

Editor: Herru W
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved