Koba Tin Bakal Ikuti Keinginan Gubernur Soal Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang

Presiden Direktur PT Koba Tin M. Utomo, mengatakan pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan reklamasi di kawasan bekas tambang.

Koba Tin Bakal Ikuti Keinginan Gubernur Soal Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang
Dokumen Bangka Pos
Rapat koordinasi Rencana penggunaan Lahan Areal Penggunaan Lain (APL) Eks PT Kobatin bersama pemerintah kabupaten Bangka Tengah dan PT Kobatin, di ruang rapat Tanjung Pendam, Selasa (15/1/2019). 

BANGKAPOS.COM - Presiden Direktur PT Koba Tin  M. Utomo, mengatakan pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan reklamasi di kawasan bekas tambang.

"Kami juga ada beban moral, kami siap untuk menjelaskan kondisi APL dan luasnya koordinat juga kami siap. Sehinga nanti kalau ada kesepakatan bersama, maka kami akan laksanakan. Perlu kami sampaikan memang benar perpanjangan dari dirjen bahwa terakhir 30 Juni 2021," katanya dalam rapat  koordinasi Rencana penggunaan Lahan Areal Penggunaan Lain (APL) Eks PT Koba Tin bersama pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dan PT Koba Tin, di ruang rapat Tanjung Pendam, Selasa (15/1/2019).

Utomo menjelaskan luas KK PT Koba Tin yakni 41.510 hektar, yang terdiri dari Hutan Lindung 3.409 hektar, hutan produksi 20.152 hektar dan APL 17.949 hektar.

Ia menyebutkan, rencana kerja reklamasi lahan paska tambang seluas 1.500 hektar. Pihaknya juga telah merealisasikan reklamasi paska tambang seluas 674 hektar.

"Realisasi reklamasi desember 2018 sudah 674 ha tersebar APL dan HP ini yang didalam rencana 1500 hektar. Beberapa tidak kita lanjutkan karena sudah ada kebun masyarakat seperti kebun sawit, kami juga mereklamasi di luar areal yang 1500 hektar itu," katanya.

Ia menyebutkan, pihaknya menyambut baik saran dan masukan dari pemerintah Provinsi maupun pemerintah kabupaten terkait pemanfaatan lahan paska tambang.

"Keinginan pak Gubernur kami terima dan sanggup, nanti tugas kami paska tambang itu kita sudah ringan kita kendala dimana itu ada tambang ilegal, kita juga akan melibatkan masyarakat," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Babel, Erzaldi Rosman meminta Koba Tin dalam reklamasinya tidak hanya menanam pohon. Tetapi, bisa juga dalam bentuk lainnya, misalnya pengelolaan sarana olahraga.

"Kalau misalnya ada hal yang bagian bisa dimanfaatkan putuskan saja melalui dana yang ada di PT Koba Tin manfaatkan dulu libatkan masyarakat. Kita utamakan apa yang sudah direncakan," katanya.

Ia mencontohkan, pemanfaatan yang diluar penanaman bisa dilakukan dengan memberdayakan  masyarakat.

"Misalnya di kolong Margub itu dekat dengan kota, tapi ini tetap dirambah, masih ada timah. Misalnya ambil timah terus nanti bisa kolong luasnya 80 hektar bikin fasilitas olahraga, pinggir danau kita tanam. Lahan tidak terpelihara kalau enggak ada fasilitas. Ini dipinggir bisa ditanam, dibikin jalan, bangun semacam pujasera untuk olahraga air dayung, jetski," katanya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)
 

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved