Pembangunan TPA Regional di Pulau Belitung Butuh Lahan 50 Hektar

Tapi ya harus disepakati dulu dari dua kabupaten, misalnya di kabupaten Belitung dan Beltim perbatasan

Pembangunan TPA Regional di Pulau Belitung Butuh Lahan 50 Hektar
Posbelitung/Suharli
Peserta Rapat Koordinasi Gubernur Babel bersama Wali Kota dan Bupati se Babel tahun 2019. Rabu (15/1/2018) 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG  - Pengaturan sampah plastik dan TPS3R menjadi satu diantara 10 topik bahasan dalam rapat Koordinasi Gubernur Babel bersama Wali Kota dan Bupati se Babel tahun 2019 di Kabupaten Belitung Timur pada 16-17 Januari 2019.

Dalam rapat tersebut Wakil Gubernur Provinsi Bangka Belitung juga mengusulkan untuk lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional agar dibangun di perbatasan antar kabupaten.

"Tapi ya harus disepakati dulu dari dua kabupaten, misalnya di kabupaten Belitung dan Beltim perbatasanya mana, nanti didiskusikan dulu untuk lokasi TPA regional,

lalu didiskusikan lagi kepada dua Kabupaten mampu tidak mengelolanya, kalau tidak mampu serahkan provinsi, di pulau Belitung cukup satu TPA, di pulau Bangka mungkin tiga TPA," ujar Fatah kepada para wartawan Rabu, (16/1/2018).

Sementara itu Bupati Beltim Yuslih Ihza saat ditanya tentang usulan TPA regional menyampaikan untuk perencanaannya TPA Regional Pulau Belitung sekitar 50 hektar.

"Sebelumnya saya dengan Pak Wagub dan Pak Sekda Beltim juga membahas hal ini. Saya  beranggapan bagaimanapun kembali ke masyarakat lagi kalau sampah dari Belitung dibuang ke Beltim tentunya masyarakat Beltim akan protes.

Sedangkan untuk Belitung TPA hanya satu, jadi saya mengusulkan bagaimana kalau seumpama TPA regional itu perbatasan Beltim dan Belitung, yaitu antara Kecamatan Simpang Rengiang, Belitung Timur dengan Kecamatan Badau, Belitung," ujar Yuslih kepada para wartawan.

Yuslih pun menjelaskan bila TPA regional itu 50 Hektar dibagi dua, Beltim 25 hektar dan Belitung 25 hektar.

Selain itu, Yuslih juga menyampaikan dengan adanya TPA regional, Ia berganggapan bila sampah dikelola dengan benar bisa menghasilkan banyak dampak positif juga.

"misalnya di kelola bisa untuk sumber energi, pupuk, dan juga pastinya ada tenaga kerja yang kami perlukan," Beber Yuslih. (Posbelitung.co, suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved