Tahun 2018, di Kabupaten Bangka Terjadi 24 Musibah Banjir dan Puting Beliung

Data yang dihimpun selama Januari hingga Desember terjadi sebanyak sembilan musibah banjir dan 15 angin puting beliung.

Tahun 2018, di Kabupaten Bangka Terjadi 24 Musibah Banjir dan Puting Beliung
(nurhayati/bangkapos.com)
Genangan air yang terjadi Senin (14/1/2019) di depan Kantor Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka dan di Jalan Jenderal Sudirman di Kelurahan Parit Padang. 

BANGKAPOS, BANGKA--Selama tahun 2018, data kejadian musibah bencana alam banjir/genangan dan angin puting beliung yang terjadi di Kabupaten Bangka sebanyak 24 bencana yang terjadi di desa maupun kelurahan di beberapa kecamatan.

Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka, Dahlan Amrie melalui Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Kebakaran, Ahmad Fauzi data yang dihimpun selama Januari hingga Desember terjadi sebanyak sembilan musibah banjir dan 15 angin puting beliung.

"Pada bulan Januari terjadi dua musibah banjir atau air genangan dan empat peristiwa puting beliung. Untuk Februari tiga kejadian puting beliung, Maret terjadi dua bencana banjir dan dua peristiwa puting beliung," jelas Fauzi.

Sedangkan pada bulan April terjadi satu bencana banjir dan satu bencana angin puting beliung dan Mei terjadi satu kejadian banjir dan tiga bencana angin puting beliung.

"Untuk bulan Juni hingga September, alhamdulillah tidak ada kejadian baik banjir maupun angin puting beliung," kata Fauzi.

Sedangkan untuk bulan Oktober kembali terjadi dua bencana angin puting beliung, November terjadi satu bencana banjir dan Desember terjadi satu bencana banjir.

Akibat bencana banjir tersebut menyebabkan tiga jembatan penghubung antar desa putus akibat terjangan air.

Biasanya banjir atau genangan disebabkan tingginya curah hujan dan air laut pasang sehingga air tidak bisa mengalir ke laut. Namun menurut Fauzi tidak lama air kembali surut.

Untuk itu ia mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan banjir selalu waspada ketika curah hujan tinggi untuk mengantisipasi adanya korban jiwa serta meminimalisir kerugian materiil. (BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved