Tingginya Harga Tiket Terkait Avtur, Pemkab Belitung Kini Fokus Penerbangan Singapura-Tanjungpandan

Pemerintah Belitung aakan fokus penerbangan dari Singapura (SIN) - TJQ. Penerbangan ini akan terus dikembangkan

Tingginya Harga Tiket Terkait Avtur, Pemkab Belitung Kini Fokus Penerbangan Singapura-Tanjungpandan
Pos Belitung/Disa Aryandi
Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem). 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), Selasa (15/1/2019) sudah bertemu dengan pemilik Sriwijaya Air Group Chandra Lie di Jakarta. Pertemuan mereka untuk membahas tingginya harga tiket pesawat dari Bandara Soekarno Hatta ke Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan, dan penerbangan Bandara Depati Amir ke Tanjungpandan.

Hasil pertemuan tersebut terungkap bahwa tingginya harga tiket terkait persoalan avtur (bahan bakar pesawat). 

Sanem mengungkapkan, pemerintah hingga kini belum bisa memberikan subsidi Avture. Hingga saat ini permasalahan masih terus berlanjut.

"Karena avtur ini berdampak terhadap mobilisasi penerbangan menjadi drop. Tadi pagi saja di Bandara Soekarno Hatta, biasanya ramai, nah ini terlihat sepi, karena penerbangan dikurangi tadi dan solusinya belum ada," kata Sanem kepada Posbelitung.co, Kamis (16/1/2019).

Sanem mengungkapkan, pemerintah akan fokus penerbangan dari Singapura (SIN) - TJQ. Penerbangan ini akan terus dikembangkan, karena harga tiket pesawat sudah mejelit tinggi.

Khusus rute Singapura- Tanjungpandan, Sanem meminta tetap menggunakan Garuda Indonesia dengan harga tiket pesawat pulang pergi, 165 dolar Singapura (SGD). Namun pihak Garuda Indonesia tetap bertahan, harga tiket SIN - TJQ pulang pergi, untuk hari Jumat di atas harga tersebut yaitu sekitar 180 dolar sgd.

"Karena sudah kepalang, kita akhir nya ke luar negeri. Nah sekarang kami ingin menuntaskan yang di sini dulu, sambil berkoordinasi dengan pihak Kementerian terkait penerbangan ke Singapura," bebernya.

"Mungkin dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan ke Singapura. Nah tanggal 15 Februari mendatang, ada pesawat dari Guangzhou (China) langsung membawa oleh Konjen (Konsulat Jenderal Republik Indonesia) dan langsung membahas penerbangan itu." tutup Sanem. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved