Heboh Kabar Ayah Mau Bunuh Anak di Sungailiat Bangka, Ternyata Ini yang Terjadi

Polisi langsung mengintrogasi pria usia lanjut, yang diduga sebagai pelaku. Di lokasi juga ditemui perempuan sebaya, yang ternayata istri pria tadi.

Heboh Kabar Ayah Mau Bunuh Anak di Sungailiat Bangka, Ternyata Ini yang Terjadi
bangkapos/ferylaskari
Kediaman anak dan orangtua di Lingkungan Parit 1 Kudai Sungailiat Bangka saat didatangi polisi dan wartawan pasca keributan internal antar mereka, Kamis (17/1/2019) siang.(ferylaskari) 

BANGKAPOS.COM -- Tersiar kabar seorang ayah mengamuk, bakal membunuh anaknya sendiri. Desas-desus ini sampai pada kalangan wartawan dan polisi yang kemudian langsung mendatangi lokasi kejadian (TKP), Kamis (17/1/2019) siang.

Tak berapa lama, polisi dan wartawan tiba di sebuah pemukiman di Lingkungan Parit Satun Kudai Sungailiat Bangka. Polisi langsung mengintrogasi pria usia lanjut, yang diduga sebagai pelaku. Di lokasi juga ditemui perempuan sebaya, yang ternayata istri pria tadi.

Ketika diintrogasi, ternyata pria ini mengaku hanya ingin mengikat anak perempuannya menggunakan tali. Ia kesal karena anak perempuannya itu telah menceraikan suami, dalam kondisi sakit. Setelah menceraikan suami, anak perempuannya tadi diduga hidup bersama pria lain.

"Lalu mobil dijual, anak ku kemudian menghidupi pria lain, gimana saya dak kesal. Habis sudah harta karena ulahnya. Makanya saya mau ikat dia dengan tali, lalu serahkan ke polisi, bukan mau bunuh. Saya sudah tidak tahan lagi melihat kelakuan anak perempuan saya itu. Apalagi dia punya dua anak yang ditelantarkan," kata pria ini di hadapan polisi dan wartawan, Kamis (17/1/2019) siang.

Sementara itu istri pria ini juga mengaku kesal. Sebagai seorang ibu ia tak tahan melihat anak perempuannya suka keluar tengah malam.

"Bahkan saya dipukul anak sendiri, dan saya sudah lapor ke polisi tempo hari. Kali ini saya sebagai ibu merasa sudah tidak tahan," kata sang ibu mengajak polisi menangkap pria selingkuhan anaknya.

Namun polisi tak mau begitu saja mendengar keterangan sebelah pihak dari orangtuanya ini. Polisi langsung mengetuk pintu rumah sang dalam kondisi terkunci. Rumah tersebut berdekatan dengan rumah orangtuanya tadi. Polisi masuk untuk bicara langsung dengan si anak, yang diduga calon korban kemarahan ayahnya.

Tapi setelah keluar dari rumah itu, polisi menyatakan, sangat anak juga mengaku kesal pada orangtuanya. Ia mengaku sering dimarahi oleh orangtua, sehingga hidup serba salah.

"Rupanya ini persoalan keluarga," kata polisi itu setelah mengetahui apa yang terjadi.(ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved