Kisah Mang Usin Tak Ingin Dipulangkan ke Kota Asal, Kini Tinggal di Bekas Kios Pasar Terminal Koba

Mang usin hanya tinggal sendirian, di kios eks Pasar terminal Koba yang berada di jalan listrik, depan TPU Kelurahan Koba

Kisah Mang Usin Tak Ingin Dipulangkan ke Kota Asal, Kini Tinggal di Bekas Kios Pasar Terminal Koba
Bangkapos/riki
Kondisi Yasin (90) atau biasa disapa Mang Usin yang tinggal di kios eks Pasar Terminal Koba, foto diambil, Kamis (17/1/2019). 

BANGKAPOS.COM -- Yasin (90) atau biasa disapa Mang Usin sudah tidak lagi muda. Kulitnya tidak lagi kencang, tubuhnya terlihat renta, namun semangatnya tidak pernah kendur.

Mang Usin, hari harinya berjualan kacang goreng dan buah keranji, walau kondisi kakinya yang tak mampu lagi berdiri lama, tetapi tidak menyurutkan semangatnya untuk bekerja tiap hari.

Diusia senjanya Mang Usin tidak mau menyerah begitu saja, hampir setiap hari di bawah terik matahari ia berjualan kacang goreng, dan buah keranji yang di bungkus plastik kecil.

Berbekal dengan sepeda dan pakaian kaus biasa, ia berkeliling berjualan kacang, di wilayah Kecamatan Koba.

Mang Usin terlihat tegar menjalani pekerjanya, walau hidupnya sebatang kara, karena istri dan anak telah tiada tetapi ia terlihat tabah dan pantang berputus asa menjalani masa tuanya.

"Sudah bertahun tahun saya jualan kacang, ya hidup sendiri dari jualan kacang ini, jualnya hanya pagi, karena kaki ini susah berdiri,"jelas Mang Usin kepada wartawan, Kamis (17/1/2019) di kios eks Pasar Koba yang menjadi tempat tinggalnya.

Ia mengatakan anak dan istrinya telah tiada, sehingga dia hanya tinggal sendiri, kehidupan harinya banyak di bantu oleh warga yang peduli terhadap dirinya.

Seperti air untuk mandi dan makanan, ia sering mendapatkan bantuan dari warga sekitar yang datang mengantarkanya.

"Kalau makan biasa beli, dan ada juga yang mengantarkanya, biasanya nasi, supermi, seperti itu,"kata Mang Usin yang terus memegang kakinya yang sering sakit.

Sambil tidak mengenakan pakaian, Mang Usin juga menceritakan, penghasilanya dari menjual kacang yang tidak menentu, dari Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu, namun penghasilan menjual kacang cukup untuk menghidupi dirinya sendiri.

Halaman
123
Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved