Ketua KPU Bangka Sebut Masyarakat Sudah 'Kenyang' Janji, Bikin Partisipasi Pemilu Menurun

Ketua KPU Bangka menilai di Kabupaten Bangka tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu dari tahun ke tahun semakin rendah

Ketua KPU Bangka Sebut Masyarakat Sudah 'Kenyang' Janji, Bikin Partisipasi Pemilu Menurun
bangkapos/nurhayati
Ketua KPU Kabupaten Bangka M Hasan saat memasangkan kalung tanda peserta bimbingan teknis (bimtek) bagi para relawan demokrasi (relasi), Kamis (18/1/2019) di Ruang Pertemuan Hotel Manunggal Sungailiat. 

BANGKAPOS.COM -- Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bangka M Hasan menilai di Kabupaten Bangka tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu dari tahun ke tahun semakin rendah.

Pada pemilihan legislatif tahun 2014 lalu tingkat partisipasi masyarakat hanya sebesar 68 persen, pada pemilihan Gubernur Babel 2017 lalu sebesar 65 persen dan pemilihan Bupati Bangka 2018 lalu sebesar 62,22 persen.

"Ini sangat luar biasa bukan peningkatannya tapi penurunnya sangat luar biasa kita dari tahun ke tahun menurun. Kami tidak tahu apa penyebabnya. Bisa jadi ada beberapa faktor yang mempengaruhi, mungkin ada tingkat kejenuhan pada pemilu," ungkap Hasan kepada bangkapos.com saat acara bimbingan teknis (bimtek) bagi para relawan demokrasi (relasi), Kamis (18/1/2019) di Ruang Pertemuan Hotel Manunggal Sungailiat.

Namun diakuinya belum ada penelitian tentang menurunnya tingkat partisipasi masyarakat tersebut. Untuk itu ia menyarankan agar para mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) bisa melakukan penelitian terkait dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu.

Pihaknya dari KPU Kabupaten Bangka siap memberikan referensi dan data untuk penelitian mahasiswa tersebut.

"Jika ada tugas akhir kuliah bisa meneliti terkait dengan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu di Kabupaten Bangka. Kami ada data-datanya," saran Hasan.

Namun ia minta mahasiswa bukan sekedar melakukan penelitian tetapi juga bisa memberikan solusi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

Mahasiswi FISIP Universitas Bangka Belitung Rani Diansari menilai, rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilu di Kabupaten Bangka ini karena sikap masyarakat yang apatis.

"Masyarakat juga mungkin sudah kenyang dengan dalam tanda kutip janji pemimpin kita. Bahkan persepsi mereka ganti presidem atau tidak ganti presiden sama saja seperi kemiskinan," ungkap Rani.

Menurutnya persepsi terssbut yang harus diubah karena ketika ada kebijakan pemerintah bersama para wakil rakyat dampaknya berimbas langsung untuk masyarakat.

"Jadi kita harus bisa memilih pemimpin itu seperti apa. Untuk itu harus ada kesadaran dari masyarakat berpartisipasi dalam pemilu," kata Rani.
(BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved