Ratusan Pil Tramadol Milik Mukhsin Dipasok dari Palembang

Seorang pengedar obat daftar G jenis Tramadol diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Selatan, Selasa (15/1) sore

Ratusan Pil Tramadol Milik Mukhsin Dipasok dari Palembang
ist/dok.polres basel
Barang bukti ratusan obat-obatan golongan G saat diamankan Sat Narkoba Polres Basel, Selasa (15/1/2019). 

BANGKAPOS.COM -- Seorang pengedar obat daftar G jenis Tramadol diamankan Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Selatan, Selasa (15/1/2019) sore. Obat keras ilegal tersebut akan dijual bebas pelaku ke masyarakat.

Mukhsin (42) terduga pengedar sekaligus pemilik ratusan butir obat daftar G tersebut diamankan di kediamannya di kawasan Sadai, Basel dalam suatu penggerebekan oleh polisi.

Dalam penggerebekan, polisi menemukan 100 bungkus kapsul warna merah putih, 40 bungkus kapsul warna merah putih, 400 keping obat jenis Tramadol HCI.

Selain obat-obatan berbahaya itu, polisi juga menyita 45 kantong plastik minuman keras jenis arak putih dan dua pak plastik kecil.

Mukhsin diamankan atas laporan warga setempat yang resah akan peredaran obat-obatan daftar G tersebut di wilayah mereka.

"Penindakan bermula saat petugas mendapat informasi awal dari lapangan bahwa ada penjualan atau peredaran farmasi berupa obat-obatan berbagai merek yang termasuk dalam obat daftar G atau obat keras yang diedarkan tanpa izin," ujar Kasat Narkoba Polres Basel, AKP Satriadi mewakili Kapolres Basel AKBP Aris Sulistyono, Rabu (16/1).

Dalam penggerebekan, polisi menyita barang bukti ratusan obat daftar G atau gevaarlijk yang berarti bahaya dan untuk memperolehnya harus menggunakan resep dokter. Selain itu juga mengamankan puluhan kampil arak putih.

Menurut AKP Satriadi, ratusan pil dan obat-obatan golongan G tersebut dipasok pelaku dari Palembang, Sumatera Selatan dengan menggunakan jalur transportasi laut.

"Paket pil golongan G tersebut dikirim memakai speadboat dan diturunkan ke sejumlah pelabuhan tikus yang ada di Bangka Selatan. Lalu dipasarkan kepada masyarakat umum," jelas AKP Satriadi.

Ia menambahkan, pil Tramadol yang kerap disalahgunakan untuk mabuk-mabukan itu dijual Mukhsin dengan harga Rp 8.000 per butir. Biasanya pil Tramadol tersebut dipaket dan dikemas ke dalam plastik klip. Tiap plastik klip berisi 5 butir pil Tramadol yang diharga Rp 40.000.

"Biasanya obat-obatan golangan G tersebut, dipasarkan pelaku ke sekitar wilayah Sadai," pungkasnya. (anthoni ramli)

Editor: Herru W
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved