Video: Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Pada Pemilu 2019, KPU Bangka Rekrut Relasi

KPU Kabupaten Bangka mengelar bimbingan teknis (bimtek) bagi para relawan demokrasi (relasi), Kamis (18/1/2019)

BANGKAPOS.COM -- KPU Kabupaten Bangka mengelar bimbingan teknis (bimtek) bagi para relawan demokrasi (relasi), Kamis (18/1/2019) di Ruang Pertemuan Hotel Manunggal Sungailiat.

Sebanyak 55 relasi direkrut KPU Kabupaten Bangka untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

Para relasi tersebut terbagi dalam 10 segmen pemilih yang terbagi dalam keluarga, pemula, muda, perempuan, penyandang disabilitas, berkebutuhan khusus, kaum marjinal, komunitas, keagamaan, dan warga internet (netizen).

"Mereka mensosiliasasi berdasarkan segmen-segmen itu terkait kepemiluan, mengajak datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya," jelas Hasan.

Mereka dibagi ada yang enam orang tetapi khusus di Sungailiat sebanyak 11 relasi karena penduduknya padat, jumlah pemilih banyak dan kompleksitas permasalah lebih banyak. 

Para relasi ini mendapat uang trasportasi untuk melaksanakan sosialisasi sebesar Rp 750.000 perbulan dipotong pajak selama tiga bulan.

Menurutnya, relasi inilah yang menjadi ujung tombak KPU dalam melakukan sosialisasi dalam meningkatkan partisipasi pemilih. 

Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi para relawan demokrasi (relasi), Kamis (18/1/2019) di Ruang Pertemuan Hotel Manunggal Sungailiat.
Kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi para relawan demokrasi (relasi), Kamis (18/1/2019) di Ruang Pertemuan Hotel Manunggal Sungailiat. (bangkapos/nurhayati)

Dia berharap dengan direkrutnya relasi ini tingkat partisipasi masyarakat bisa meningkat. "Kita berharap ada peningkatan yang signifikan pada Pemilu 2019. Ini jadi tantangan tersendiri bagi kita bukan tidak bisa dicapai," kata Hasan.

Diakui Staf Sekretariat KPU Bangka Fahmi peminat untuk menjadi relasi saat melamar ke KPU Kabupaten Bangka sebanyak 105 orang sebagian besar dari kalangan mahasiswa. 

"Rata-rata yang ikut S1 (sarjana strata satu-red) atau sedang kuliah. Ada yang dari komunitas, ada juga yang jadi duta genre, duta bahasa dan lainnya. Mereka tidak menanyakan honor. Sebagian ada juga yang sudah berumur seperti mantan PPK mereka dilibatkan segmen keagamaan, perempuan keluarga," jelas Fahmi. (BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved