Desa Air Kuang Kembangkan Sektor Pertanian, Peternakan dan Perikanan

Desa Air Kuang Kecamatan Jebus mengembangkan sektor pertanian, peternakan dan perikanan.

Desa Air Kuang Kembangkan Sektor Pertanian, Peternakan dan Perikanan
Dok.Pemdes Air Kuang
Perangkat Desa Air Kuang 

BANGKAPOS.COM - Desa Air Kuang merupakan satu diantara 11 desa di wilayah Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat dan bersebelahan dengan Desa Ranggi Asam.

Desa Air Kuang memiliki luas wilayah seluas 250 Hektare (Ha). Desa yang masih tergolong muda ini pada perjalanannya telah banyak melaksanakan program-program, melakukan pemba­ngunan infrastruktur utama baik itu bangunan kantor desa, perpustakaan desa, PAUD, posyandu, siring, jalan, fasilitas olahraga seperti lapangan bola, lapangan voli, perbaikan jalan-jalan gang di setiap dusunnya maupun perbaikan-perbaikan infrastruktur penunjang aktivitas masyarakat dan pemerintah desa.

Kepala Desa Air Kuang, Edi Rapono menuturkan, pemerintah desa akan tetap melanjutkan pembangunan fisik maupun non fisik, infrastruktur utama maupun penunjang secara berkelanjutan, memantau program pendidikan mulai usia dini sampai pendidikan dasar 12 tahun, melaksanakan pembinaan generasi muda secara berkala, pembinaan mental, kreativitas dan spiritual pada masyarakat.

“Kondisi geografis Desa Air Kuang ini kan bisa dikatakan hanya seluas 250 Ha saja dengan berbagai kondisi penggunaan tanahnya yang juga adalah bekas lahan pertambangan timah, sehingga pengembangan dan pemanfaatan sektor pertanian, peternakan dan perikanan adalah solusi yang masuk akal untuk dikerjakan di desa,” katanya.

Pada tahun 2012 lalu, Desa Air Kuang sempat menjadi satu diantara desa yang mengembangkan energi biogas dari pemanfaatan kotoran sapi.

Bersama Dinas Pertanian dan Peternakan serta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Bangka Barat, Edi menuturkan memang pada tahun itu program tersebut dilaksanakan di desanya, dan diketahui olehnya dari program tersebut banyak membantu perkembangan desa sehingga menjadi desa mandiri dengan potensi energi terbarukan, pertanian dan peternakan.

“Program tersebut adalah sebagai realisasi dari Program Kabupaten Bangka Barat untuk menjadikan Desa Air Kuang ini menjadi desa mandiri pemanfaatan energi terbarukan di Kabupaten Bangka Barat. Awalnya warga desa mendapat bantuan sapi sebanyak 30 ekor kemudian dikembangbiakkan kelompok ternak sapi hingga menjadi 79 ekor dan bertambah lagi setiap tahunnya. Setelah itu sempat juga Desa Air Kuang melalui Pemerintah Kabupaten Bangka Barat melakukan kerjasama dengan perguruan tinggi terbaik di tanah air untuk meneliti kondisi tanah dan bagaimana pemanfaatan yang aman dari biogas tersebut oleh masyarakat desa,” ujarnya.

Edi menambahkan di Peme­rintahan Desa Air Kuang saat ini dari sektor peternakan sapi yang ada di desanya, pemanfaatan dari kotoran sapi bukan lagi hanya menjadi biogas saja tapi juga menjadi produk pupuk jenis organik dan tentu saja memiliki nilai jual.

“Rumah kompos dan mesin pengolahnya sudah ada, tinggal kami selaku pemerintah desa giat melakukan pelatihan kepada masyarakat desa yang berminat untuk terlibat dalam usaha pembuatan pupuk organik dibawah naungan desa. Kotoran sapi memang rendah nilainya akan tetapi dapat dimanfaatkan menjadi energi biogas. Selain itu juga dapat diolah menjadi pupuk organik. Jadi dari peternakan sapi kalau pemanfaatannya secara luas maka sektor ini juga memiliki peluang usaha yang cukup menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” ucapnya.

Desa Air Kuang Kembangkan Sektor Pertanian, Peternakan dan Perikanan
Pupuk organik olahan di Desa Air Kuang. (Dok.Pemdes Air Kuang)

Pemerintah Desa Air Kuang berencana mengembangkan produk olahan kotoran ternak sapi menjadi pupuk organik akan diatur lagi agar lebih tertata dan profesional manajemennya oleh BUMDes Air Kuang.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved