Harga Tiket Masih Mahal, Minggu Depan DPRD Temui Kemenhub

Beberapa daerah sudah menurunkan harga tiket pesawat. Tetapi di Bangka Belitung, harga tiket pesawat masih stabil di harga mahal.

Harga Tiket Masih Mahal, Minggu Depan DPRD Temui Kemenhub
Bangka Pos / Hendra
Ketua DPRD Bangka Belitung, Didit Srigusjaya 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Perekonomian di Provinsi Bangka Belitung bakal terganggu akibat imbas dari mahalnya harga tiket pesawat. Kondisi ini bila dibiarkan akan berpengaruh buruk terhadap perekonomian masyarakat Bangka Belitung.

Beberapa daerah sudah menurunkan harga tiket pesawat. Tetapi di Bangka Belitung, harga tiket pesawat masih stabil di harga mahal.

“Dari pusat sudah menginstruksikan agar maskapai menurunkan harga tiket pesawat. Daerah lain sudah turun, tapi di Babel mahal tetap stabil diharga mahal,” ujar Didit Srigusjaya kepada Bangka Pos, Jumat (18/1/2019).

Karenanya kata Didit Srigusjaya, Komisi III DPRD Babel bersama dengan Dinas Perhubungan Bangka Belitung akan mempertanyakan permasalahan tiket pesawat ke Kementrian Perhubungan.

“Minggu depan kita akan ke kemenhub untuk menanyakan terkait mahalnya harga tiket pesawat ini,” tambah Didit.

Lanjutnya, tindakan yang dilakukan pemerintah propinsi Bangka Belitung dengan mengirim surat ke pusat tidaklah cukup. Tindakan yang harusnya dilakukan untuk mencarikan solusi atau alternatif mengatasi mahalnya harga tiket pesawat ini.

DPRD Babel kata Didit tidak akan membiarkan harga tiket ini mahal terus-terusan. Hal ini akan memberikan pengaruh buruk pada seluruh sektor perekonomian di Bangka Belitung.

“Apalagi disampaikan oleh BPS, Bangka Belitung salah satu daerah yang harga-harga barang mahal dibandingkan daerah lain. Hal ini dikarenakan masih mengandalkan pasokan dari luar daerah,” kata Didit.

Pengaruh besar lainnya pada UMKM di Bangka Belitung. Menurunnya kunjungan wisatawan, akan menurunkan juga omset UMKM.

Disisi lain, dengan naiknya harga tiket pesawat dan harga cargo, maka biaya pengiriman barang pun membengkak. Sejumlah UMKM dan pedagang lainnya masih mengandalkan pengiriman cepat melalui pesawat.

Kemudian masyarakat dari kalangan petani dan nelayan juga terkena imbas. Harga kebutuhan hidup naik, sementara penghasilan mereka menurun.   

“DPRD Babel akan carikan solusinya. Pemerintah daerah juga harus hadir, jangan dibiarkan seperti ini. Harus ada solusinya. Apalagi dalam waktu dekat akan ada masa liburan sekolah. Bila harga tiket mahal tentunya akan memberatkan masyarakat juga,” kata Didit. (Bangka Pos / Hendra)

Penulis: Hendra
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved