Ini Obyek Pajak Daerah Pangkalpinang yang Akan Pakai Tapping Box

Pemerintah Kota Pangkalpinang akan menerapkan sistem tapping box pada sejumlah obyek pajak daerah.

Ini Obyek Pajak Daerah Pangkalpinang yang Akan Pakai Tapping Box
Dokumen Bangka Pos
Kepala Bidang Pendapatan Badan Keuangan Daerah Kota Pangkalpinang Sri Handayani 

BANGKAPOS.COM - Pemerintah Kota Pangkalpinang akan menerapkan sistem tapping box pada sejumlah obyek pajak daerah. Kepala Bidang Pendapatan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Pangkalpinang Sri Handayani menuturkan, tapping box misalnya akan diterapkan pada obyek pajak daerah seperti pajak restoran, pajak hotel, pajak hiburan dan pajak parkir.

"Di empat item ini sementara akan kami coba memakai tapping box. Mungkin sementara tidak seluruh wajib pajak, masih perlu dilihat rencana penerapannya nanti seperti apa," kata Sri, Jumat (18/1/2019)

Penerapan alat tapping box berupa alat perekam transaksi ini akan bekerja sama dengan Bank Sumsel Babel . Karena tergolong baru di Pangkalpinang, sosialisasi masih perlu dilakukan.

"Ini akan dipasangkan di komputer masing-masing wajib pajak. Nanti akan ada sosialisasi lagi, sebab untuk menggunakannya para wajib pajak belum bisa langsung menerima, jadi perlu beberapa sosialisasi," katanya.

Kota Pangkalpinang menargetkan pajak daerah pada 2019 in sebesar Rp 76,8 miliar. Target tahun ini naik sekitar Rp 2,7 miliar dibandingkan target 2018 yang sebesar Rp 74,1 miliar.

Berdasarkan data Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Pangkalpinang, dari 11 item obyek pajak daerah, Pangkalpinang mengandalkan pencapaian targetnya dari Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar Rp 32 miliar, pajak BPHTB (Rp 16 miliar), dan Pajak Bumi Bangunan (PBB) (Rp 10,97 miliar).

Sementara Pajak Hotel ditargetkan Rp 2,6 miliar, dan Pajak Restauran/Rumah Makan ditargetkan sebesar Rp 5,85 miliar.

"Kalau PBB, kami belum bisa memastikan apakah ini akan diandalkan, yang jelas akan menjadi andalan itu PPJ, BPHTB, hotel dan resto," kata Kepala Bidang Pendapatan Bakeuda Pangkalpinang Sri Handayani kepada Bangka Pos, Jumat (18/1/2019).

Sri bilang, pihaknya optimistis target ini bisa terealisasi. Dia tak menampik jika disebut target itu mudah direalisasikan jika dibandingkan dengan realisasi pajak daerah pada 2018 yang sebesar Rp 84,7 miliar dari target Rp 74,1 miliar.

"Kami harus optimistis, mudah-mudahan akan over target. Apalagi kami ada kerja sama dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), mudah-udahan tahun ini ada penerapan tapping box, di alat perekam transaksi, ini mudah-mudahan meningkatkan pendapatan, dan lebih transparan," beber dia. (BANGKAPOS.COM / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved