Zuristyo: Jangan Biarkan Petani Lada Semakin Terpuruk

Zuristyo Firmadata mengaku miris melihat kondisi para petani lada di Bangka Belitung. Dimana kondisi harga lada di pasaran semakin menurun

Zuristyo: Jangan Biarkan Petani Lada Semakin Terpuruk
Bangkapos.com
Zuristyo Firmadata bersilaturahmi dengan petani lada beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Zuristyo Firmadata mengaku miris melihat kondisi para petani lada di Bangka Belitung. Dimana kondisi harga lada di pasaran semakin menurun membuat petani pasrah karena tak dapat berbuat banyak.

Padahal sebagai hasil pertanian andalan di Bangka Belitung seharusnya hasil panen lada bisa mensejahterakan mereka.

Hal ini dikeluhkan para petani kepada Bang Tyo panggilan akrab Zuristyo Firmadata saat menemui langsung petani lada sejumlah wilayah di Bangka Belitung.

"Jangan Biarkan petani lada di Bangka Belitung semakin terpuruk akibat harga lada dipasaran terus turun dan tidak stabil," kata Bang Tyo Jumat (18/1/2019)

Saat ini harga jual lada petani berkisar pada angka Rp 50 ribuan perkilo kondisi ini menurut petani yang ditemui di berbagai wilayah hanya mampu  menutup biaya produksi. Sebab untuk bercocok tanam lada hingga mulai dari penggarapan lahan, pembelian bibit, pemupukan hingga panen memerlukan biaya tinggi. Angka harga jual tingkat petani agar dapat menikmati keuntungan diangks Rp 60 ribuan keatas.

Bahkan mereka bermimpi harga lada bisa stabil di Angka diatas Rp 100 ribuan sehingga diyakini bisa mensejahterakan mereka seperti di era tahun 1996-2000.

"Kalo hitung hitungan petani harga yang bisa menguntungkan mereka saat ini adalah di atas 60.000 perkilonya baru bisa mencicipi keuntungan dari hasil jerih payah mereka," kata Bang Tyo.

Namun sebenarnya dengan harga lada bergantung pada harga pasaran internasional seharusnya dilakukan upaya agar bisa menekan biaya produksi petani. Imbasnya jika biaya produksi rendah petani masih bisa menikmati keuntungan dari panen lada mereka.

Tingginya biaya produksi petani antara lain akibat kebutuhan bibit lada berkualitas, pupuk, junjung dan lainnya. Disinilah peran yang bisa diambil bagaimana agar didapatkan bantuan bibit berkualitas untuk petani. Atau mempermudah petani mendapatkan pupuk subsidi.

"Kedepannya perlu dipikirkan bagaimana agar bisa petani mendapatkan bantuan untuk bisa menekan biaya memelihara lada,' kata Bang Tyo 

Keluhan- keluhan petani lada dari berbagai daerah di Bangka Belitung yang ditemui oleh Bang Tyo ini akan menjadi dirinya dalam mencarikan solusi bagi  petani lada.

Sehingga kejayaan lada Bangka Belitung yang sudah dikenal didunia bisa kembali lagi.

"Harapan petani lada Bangka Belitung juga menjadi pikiran saya bagaimana mengembalikan kejayaan lada," kata  Bang Tyo yang akan fokus untuk mengemban amanah para petani dan maju sebagai Calon DPR RI Dapil Babel.(bangkapos.com/deddy marjaya ) 

Penulis: deddy_marjaya
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved