Ahmadi Sopyan bersama Pemuda Promosikan Kebudayaan Babel Lewat Video Kreatif

pembuatan video pendek ini bertujuan supaya anak-anak muda di Babel bisa menyalurkan kreatifitas sekaligus ikut mempromosikan

Ahmadi Sopyan bersama Pemuda Promosikan Kebudayaan Babel Lewat Video Kreatif
Bangkapos
Ahmadi Sopyan bersama Pemuda Promosikan Kebudayaan Babel Lewat Video Kreatif 

BANGKAPOS.COM--Budayawan, Ahmadi Sopyan berupaya mempopulerkan bahasa daerah Bangka Belitung (Babel) ke masyarakat luas lewat video kreatif.

Ahmadi menggaet pemuda untuk mengulas kesenian dan kebudayaan Babel.

"Berbeda dengan bahasa budaya Betawi, Sunda, Madura dan Jawa yang logat bahasanya sudah populer, biarpun sama-sama bahasa daerah.

Dengan pembuatan video ini sebagai salah satu supaya bahasa Babel bisa populer di telinga masyarakat Indonesia," kata Ahmadi Sopyan kala diwawancarai di Pangkalpinang.

Dirinya mengaku bahwa pembuatan video pendek ini bertujuan supaya anak-anak muda di Babel bisa menyalurkan kreatifitas sekaligus ikut mempromosikan kekayaan budaya Bumi Sebalai Serumpun ini.

Selanjutnya, setelah melalui proses editing, video tersebut diposting di media sosial.

Salah satunya di akun instagram pribadinya @ahmadisopyan_atokkulop.

"Bagi saya tidak ada hasil karya yang jelek tapi bisa dikatakan jelek kalau kita tidak berkarya. Mau bagus atau jelek harus diberikan apresiasi.

Ke depan nanti, kita akan sertakan teks terjemahan bahasa Indonesia dalam video tersebut agar semua masyarakat bisa memahami maksud dan artinya," ungkap lulusan IIKIP Budi Utomo Malang itu.

"Saya tidak harus bilang ke orang banyak kalau saya ini asli Bangka Belitung tulen, tetapi dengan gaya bicara dan logat saya, orang banyak tidak perlu bertanya lagi saya asli Babel atau tidak," tambah Ahmadi.

Selain itu, Ahmadi Sopyan yang juga maju sebagai Calon Anggota DPR RI Dapil Babel ini menyebutkan dialog yang digunakan dalam video tersebut menggunakan bahasa Bangka.

Hal tersebut diakuinya, semata-mata agar bahasa daerah Babel bisa familiar di telinga seluruh masyarakat Indonesia.

"Ketidakpopuleran ini salah satu kelemahan kita. Oleh karena itu, jangan kita hujat.

Setelah kita tahu kelemahan, kita harus cari solusinya. Jadikan itu kekuatan bagi kita," pungkasnya.(*)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved