Tiga Dubes dan Puluhan Investor Asing Bahas Belitung

Tiga Dubes dan Puluhan Investor Asing Bahas Belitung untuk mengembangkan investasi di negeri laskar pelangi

Tiga Dubes dan Puluhan Investor Asing Bahas Belitung
Pos Belitung/Disa Aryandi
Dubes Republik Indonesia (RI) untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya. 

BANGKA POS.COM, TANJUNGPANDAN -- Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) I Gede Ngurah Swajaya, Dubes Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar, Dubes Chile untuk Singapura James Sinclair, Sabtu (19/1) melakukan pertemuan di Hotel Swissbel Kabupaten Belitung.

Pertemuan membahas potensi bisnis di negeri Laskar Pelangi dihadiri juga puluhan investor dari berbagai sektor. Lokasi investasi yang ditawarkan kepada investor seperti Kawasan Ekonomis Khusus (KEK) Tanjung Kelayang, KEK Industri Suge, Pelabuhan Tanjung Batu Kecamatan Badau, Hutan Kemasyarakat (HKM) Juru Seberang, dan HKM Belantu Jaye Desa Tanjung Rusa Kecamatan Membalong.

"Jadi sesuai dengan janji saya dengan pak Bupati, kami kembali membawa pebisnis dari Singapura. Yang kami dorong disini, sektor pariwisata dan potensi perikanan agar menjadi nilai ekspor. Termasuk sektor - sektor lainnya," kata Dubes RI untuk Singapura I Gede Ngurah Swanjaya, Sabtu (19/1).

Para investor memiliki minat tinggi untuk berinvestasi di Kabupaten Belitung.
"Pebisnis karena baru pertama kali ke Belitung, mereka ingin terlebih dahulu melihat bagaimana fasilitas pelabuhannya, fasilitas transportasi, termasuk seperti apa perizinan, perizinan tenaga kerja dan tenaga kerja lokal," ujarnya.

Ngurah Swajaya menambahkan bahwa beberapa sektor sudah dibidik para investor.

"Sudah ada yang dilirik, di sektor pariwisata, pengolahan ikan dan pendidikan dalam rangka memperkuat SDM. Sehinggaa bisa menunjang industri perikanan, pengembangan industri pariwisata," ucapnya.

Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) memberikan paparan tentang kondisi dan peluang investasi.

"Satu hektar tambak udang, itu nilainya 1,5 miliar singapura, nah dalam 300 hektar nanti sudah bisa dihitung berapa investasinya. Begitu juga sektor marina, berapa itu sudah lengkap DEDnya dan tidak kurang dari Rp 300 miliar sampai Rp 500 miliar nilai investasinya," kata Sanem.

Lebih lanjut Sanem merinci investasi yang ingin diterapkan oleh pebisnis berkaitan dengan ketersediaan kebutuhan di Singapura. Misalkan seperti di sektor peternakan yaitu unggas, tentu menjadi peluang yang sangat besar bagi Kabupaten Belitung.

"Karena mereka kepentingannya untuk ketersediaan pasokan di Singapura, soalnya disana sangat terbatas, jadi mereka ingin mengembangkan itu di Belitung. Ditambah lagi mereka melihat hubungan interplasi. Terus tambak udang juga, dan itu semua sudah didukung oleh transportasi penerbangan," pungkasnya. (Pos Belitung/tas)

Editor: respisiusleba
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved