Warga Batubelubang Ini Rugi Besar, Tidak Hanya Rumah, 80 Jeriken Solar Miliknya Lenyap Dimakan Api

Kebakaran hebat terjadi di kawasan pemukiman penduduk di RT 01 Dusun Pantai, Desa Batubelubang, Kecamatan Pangkalanbaru

Warga Batubelubang Ini Rugi Besar, Tidak Hanya Rumah, 80 Jeriken Solar Miliknya Lenyap Dimakan Api
Bangkapos/irakurniati
Puing-puing sisa kebakaran yang meluluhlantahkan gudang beserta sebagian rumah di RT 01 Dusun Pantai, Desa Batu belubang, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka tengah, Sabtu (19/1/2019) dini hari tadi. 

BANGKAPOS.COM -- Kebakaran hebat terjadi di kawasan pemukiman penduduk di RT 01 Dusun Pantai, Desa Batubelubang, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (19/1/2019) dini hari.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun kobaran api menghanguskan enam petak rumah kontrakan, satu rumah dan gudang serta membakar empat bagian dapur rumah warga.

Setelah berjibaku selama lebih kurang satu jam petugas pemadam kebakaran dari Pemkot Pangkalpinang dengan dibantu warga akhirnya berhasil menjinakkan api.

Penyelidikan sementara pihak kepolisian, kebakaran diduga akibat korsleting listrik atau hubungan arus pendek yang berasal dari gudang milik warga yang berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Sedang warga menduga kebakaran sengaja dilakukan oleh orang tidak dikenal.

Mus Mulyadi warga RT 01 Dusun Pantai, Desa Batubelubang yang ikut menjadi korban kebakaran, menceritakan kejadian bermula dini hari, sekira pukul 00.45 WIB.

Berawal dari listrik di rumahnya yang padam. Kemudian dia menyuruh istrinya mengisikan pulsa token listrik, saat sudah diisi dan listrik telah menyala, Mus kaget lantaran istrinya berteriak, ada kebakaran.

Kobaran api, saat itu sudah melahap bagian belakang rumahnya, yakni gudang tempat menyimpan solar, yang biasa digunakan untuk operasional kapal milik bapak dua orang anak ini.

"Sebelum kejadian itu, saya sempat dengar ada suara orang berjalan gerasak-gerusuk di samping rumah. Kalau dikatakan penyebabnya korsleting listrik, kemungkinannya kecil, karena saat token listrik diisi, listrik masih menyala dan tidak ada bunyi-bunyi. Tiba-tiba saja istri teriak kalau sudah terbakar," kata Mus kepada BN di lokasi.

Menurut Mus, total ada sekitar 80 jeriken berisi solar dan mesin kapal miliknya yang ludes terbakar. Akibat kebakaran ini, ia mengaku mengalami kerugian hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Pria yang bekerja sebagai wiraswasta ini mengaku, rugi besar akibat solar yang mestinya dipakai untuk operasional tiga kapal selama tiga hari, harus ludes.

Halaman
12
Editor: Herru W
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved