21 Hal yang Jarang Anda Ketahui tentang Tahun Baru Imlek, Melawan Monster dan Dilarang Mandi

berikut adalah 21 fakta menarik yang mungkin tidak Anda ketahui tentang Tahun Baru Imlek.

21 Hal yang Jarang Anda Ketahui tentang Tahun Baru Imlek, Melawan Monster dan Dilarang Mandi
reservasi.com via TribunTravel
Kuliner Imlek 

BANGKAPOS.COM -- Tahun Baru Cina dirayakan oleh lebih dari 20 persen dunia. Ini adalah hari libur paling penting di Cina dan untuk orang-orang Cina di seluruh.

Melansir artikel dari laman chinesenewyear.net yang diterjemahkan, berikut adalah 21 fakta menarik yang mungkin tidak Anda ketahui tentang Tahun Baru Imlek.

1. Tahun Baru Cina juga dikenal sebagai Festival Musim Semi

Di Cina, Anda akan mendengarnya disebut chunjie (春节), atau Festival Musim Semi. Masih sangat dingin, tetapi hari libur menandai akhir dari hari-hari terdingin. Orang-orang menyambut musim semi dan apa yang dibawanya: penanaman dan panen, awal baru dan awal baru.

Anda juga dapat menyebutnya Tahun Baru Imlek, karena negara-negara seperti Korea Utara dan Selatan dan Vietnam merayakannya juga. Dan karena Festival Musim Semi berjalan sesuai dengan kalender lunar. Yang berarti . . .

2. Tidak ada tanggal yang ditentukan untuk Tahun Baru Cina

Menurut kalender Lunar, Festival Musim Semi adalah pada tanggal 1 Januari dan berlangsung hingga tanggal 15 (bulan purnama). Tidak seperti hari libur barat seperti Thanksgiving atau Natal, ketika Anda mencoba menghitungnya dengan kalender matahari (Gregorian), tanggalnya ada di semua tempat.

Tahun Baru Cina berkisar dari 21 Januari hingga 20 Februari. Pada 2019, itu terjadi pada 5 Februari. Untuk daftar lengkap tanggal dan acara, periksa kalender Tahun Baru Imlek kami.

Kalender lunar masih sangat penting di Cina, meskipun secara resmi telah dipindahkan ke kalender Gregorian seperti bagian dunia lainnya. Semua liburan tradisional dan hari-hari seperti Winter Solstice dirayakan. Beberapa orang masih menghitung hari ulang tahun dan usia mereka sesuai dengan kalender lunar juga!

3. Ini adalah hari untuk berdoa kepada para dewa

Festival Musim Semi pada awalnya adalah hari seremonial untuk berdoa kepada para dewa untuk musim tanam dan panen yang baik. Sebagai masyarakat agraris, panen adalah segalanya. Orang-orang juga berdoa kepada leluhur mereka, karena mereka diperlakukan sebagai dewa (lihat Mulan untuk referensi).

Halaman
1234
Penulis: teddymalaka
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved