Kenaikan Tarif Cargo Garuda di Pangkalpinang Tembus 100 Persen

Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia telah memberlakukan kenaikan Cargo pesawat sebesar 100 persen pada 1 Januari 2019 ini.

Kenaikan Tarif Cargo Garuda di Pangkalpinang Tembus 100 Persen
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Branch Manager Garuda Pangkalpinang, Solpa Puji Harsagi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Maskapai Penerbangan Garuda Indonesia telah memberlakukan kenaikan Cargo pesawat sebesar 100 persen pada 1 Januari 2019 ini.

Branch Manager Garuda Pangkalpinang, Solpa Puji Harsagi mengatakan per 1 Januari 2019 tarif cargo untuk Garuda Indonesia rute  Pangkapinang-Jakarta sebesar Rp 8.700/kg dari sebelumnya hanya Rp 4000/kg.

"Memang ada kenaikan 100 persen lebih untuk kargo, tarif ini pusat yang menentukan. Memang biaya operasional semakin tinggi, makanya biaya cargo juga cukup tinggi," katanya, Selasa (22/1/2019).

Ia menyebutkan, untuk cargo kapasitas masing-masing pesawat berbeda, namun pada umumnya bisa menampung 2-2,5 ton di luar bagasi. Pengguna cargo ini masih didominasi oleh jasa pengiriman barang.

"Kita general cargo ya, tapi memang yang paling dominan ini barang dari ekspedisi. Ada juga bahan pokok seperti cabai dan bahan makanan lain yang dikirim menggunakan cargo, daging rajungan juga ada dikirim menggunakan cargo," katanya.

Ia mengatakan, untuk pengiriman barang cargo pihaknya memprioritaskan produk makanan.

"Produk makanan tetap paling prioritas, seperti cabai karena kan gampang layu. Traffic untuk cargo juga masih berjalan normal hingga saat ini," katanya.

Disinggung soal keluhan Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) terkait pengenaan tarif ini, Ia mengatakan pihaknya belum mendapatkan komplain akan hal ini.

"Sejauh ini lancar, kami belum dengar ada komplain. Untuk kargo sudah diset dari pusat belum dapat arahan. Kita akan cek kelapangan kalau soal harga ini jadi polemik," katanya.

Sementara itu, Plt Manager Airport Lion Air Pangkalpinang, Dedy Setiawan mengatakan pihaknya belum memberlakukan kenaikan tarif cargo. Hal ini lantaran adanya masukan dari Asparindo.

"Memang ada kenaikan 15 persen kalau enggak salah, tapi saya enggak tau berapa angka pasti cargo itu berapa per kg nya.
Tapi ada usulan dari Asperindo untuk penurunan harga, kita belum berlakukan kenaikan," katanya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved