Maskapai Penerbangan Berada Pada Titik Mawas Diri untuk Bisa Survive

Turunnya harga tiket pesawat memang menguntungkan masyarakat, namun dari sisi bisnis maskapai penerbangan saat ini belum menggembirakan.

Maskapai Penerbangan Berada Pada Titik Mawas Diri untuk Bisa Survive
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Branch Manager Garuda Pangkalpinang, Puji saat pertemuan stakeholder penerbangan di ruang rapat Tanjung Pesona, Selasa (22/1/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Maskapai Penerbangan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan pihaknya telah melakukan penurunan harga tiket pesawat meskipun dilakukan secara bertahap. Penurunan harga tiket ini sudah mencapai 40 persen.

Branch Manager Garuda Cabang Pangkalpinang, Solpa Puji Harsagi mengatakan saat ini maskapai dalam kondisi dilematis dimana cost operasional penerbangan yang terus membengkak, dan pada satu sisi harga tiket relatif stabil beberapa tahun belakangan.

"Apa yang terjadi saat ini akibat bisnis multi airline yang bertahun-tahun, kami paham harga tiket naik masyarakat merasa tidak diakomodir keinginan, mau tidak mau kita sebagai airlines menghadapi ini. Kami sering jadi sasaran tembak semua pihak. Kami tau apa yang kami lakukan untuk bisa menjaga airlines untuk survive bukan profit, airlines jumlah tidak meningkat pemainnya itu saja," kata Puji dalam pertemuan stakeholder penerbangan di ruang rapat Tanjung Pesona, Selasa (22/1/2019).

Ia membeberkan, dalam 10 tahun terakhir banyak maskapai penerbangan pensiun dini, lantaran tidak sanggup bersaing dengan cost operasional yang membengkak dan persaingan harga yang tinggi.

"Tahun 2014 cenderung lebih tinggi dibandingkan awal 2018, harga lion air pernah Rp 280 ribu, 2014 itu bisa Rp 400 ribu. Memang pada saat harga turun traffic meningkat,  dan pada saat 2014-2018 rupiah terdefresiasi sangat dalam dengan harga dolar. Dolar naik, tiket penerbangan relatif stabil dengan dolar 15 ribu sampai sekarang turun harga tiket Rp 200-600 ribu, karena ini persaingan untuk mendapatkan costumer sehingga banting harga," jelasnya.

Turunnya harga tiket pesawat memang menguntungkan masyarakat, namun dari sisi bisnis maskapai penerbangan saat ini belum menggembirakan.

"Satu sisi menguntungkan masyarakat, tapi ini sudah tahun menahun, sampai pada titik air lines harus mawas diri untuk bisa survive, kami enggak profit tapi minus," bebernya.

Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan beberapa upaya diantaranya ialah efisiensi biaya operasional.

"Untuk Garuda di Pangkalpinang sudah luar biasa efisiensi 2016 ada 50 staf, sekarang hanya 20 staf. Kendaraan dari 5 unit jadi 2 unit, untuk kita bisa bertahan," katanya.

Tak dipungkirinya memang Indonesia National Air Carrier Association (INACA) telah menyepakati akan ada penurunan 20-60 persen harga tiket pesawat. Namun, hal ini masih dilakukan bertahap.

Halaman
12
Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved