Pemprov Fasilitasi PT Timah dengan Pengusung KEK Pantai Timur Sungailiat

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memfasilitasi pertemuan pengusung KEK Pariwisata PT Pantai Timur dengan PT Timah Tbk

Pemprov Fasilitasi PT Timah dengan Pengusung KEK Pantai Timur Sungailiat
Bangka Pos/Krisyanidayati
Sekda Babel, Yan Megawandi. 

BANGKAPOS.COM  - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memfasilitasi pertemuan pengusung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata PT Pantai Timur dengan PT Timah Tbk terkait kawasan KEK yang bersinggungan dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah, di ruang rapat Bappppeda Babel, Selasa (22/1).

Sekretaris Daerah Babel, Yan Megawandi mengatakan, ini merupakan rapat keempat untuk membahas nota kesepahaman mengenai kawasan bersama anatara pengusung KEK dengan PT Timah.

Yan menyampaikan ada 18 hektar lahan yang bersinggungan antara dua pihak ini, sehingga perlu disepakati bersama dalam pengelolaan wilayah ini.

"Kami memfasilitasi PT Timah dan Pengusung KEK intinya adalah kita ingin pengusung dan PT Timah melakukan kesepakatan menjadi kawasan KEK PT Pantai Timur Sungailiat. Dewan Kawasan KEK yang dipimpin Wahyu Utomo deputi kemenko perekonomian meminta adanya kesepakatan ini," katanya usai pertemuan.

Menurutnya, memang dua kawasan ini berbeda namun saling bersinggungan. Untuk KEK akan dikembangkan di darat dan IUP di Laut, namun karena bersinggungan sehingga perlu ada kesepakatan bersama.

"Rapat ini menyepakati karena berdekatan penggunaan wilayah bersama disepakati dalam perpanjian kedua belah pihak akan saling mendukung. Misalnya, teknologi yang diterapkan PT Timah dalam penambangan harus ramah lingkungan, paska tambang ada modifikasi atas persetujuan ESDM, jangka waktu disesuaikan dengan masa penandatangan KEK dengan peresmian," katanya.

Dengan adanya Kesepakatan dua pihak dan harus ditandatangi akak mempercepat proses penetapan KEK.

"KEK punya hal yang harus mereka sempurnakan, masih harus difinalisasi. Kalau untuk Pantai Timur soal kesepakatan ini. Untuk KEK Pan semujur tata ruang persetujuan substansi," katanya.

Sementara, Direktur PT. Pantai Timur Sungailiat, Thomas Djusman mengatakan luas KEK Sungailiat Bangka mencapai 273 hektar dan 18 hektar ini bersinggungan.

"Luasan KEK 273 hektar yang jadi wilayah bersama 18 hektar. Disepakati normatif, untuk penambangan 3 tahun kalau bisa dua tahun lebih cepat dengan teknologi ramah lingkungan," katanya.

Ia menambahkan, untuk pengembangan KEK Pariwisata Sungailiat Bangka selama 20 tahun nilai investasinya mencapai Rp 5,3 triliun.

"Tahap pertama ini selama 3 tahun Rp 50 miliar, setelah itu untuk 20 tahun investasi Rp 4,6 triliun ditambah infrastruktur 600 miliar, jadi totalnya investasi selama 20 tahun ini 5,3 triliun," katanya. (Bangka Pos/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved