Soal Harga Sawit, Ketua DPRD Minta Pemprov Sinkronkan dengan Program Presiden

Kenaikan harga CPO ini dapat membantu meningkatkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani.

Soal Harga Sawit, Ketua DPRD Minta Pemprov Sinkronkan dengan Program Presiden
Humas DPRD Babel
Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya didampingi Wakil Ketua DPRD, Tony Purnama saat rapat dengar pendapat dengan SKPD terkait kenaikan harga sawit petani di Bangka Belitung, Senin (21/1/2019). 

BANGKAPOS.COM - Melonjaknya harga crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah di pasaran dunia imbas dari kebijakan Presiden Joko Widodo yang membebaskan pajak ekspor CPO. Kenaikan harga CPO ini dapat membantu meningkatkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani.

Para petani sawit di Indonesia telah merasakan naiknya harga TBS imbas dari kebijakan pembebasan pajak ekspor CPO. Padahal, beberapa bulan lalu, harga TBS di Indonesia anjlok, tak terkecuali di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ketua DPRD Provinsi Babel Didit Srigusjaya mengatakan, kebijakan Presiden Jokowi tersebut telah memberi pengaruh luar biasa dalam menaikkan harga TBS para petani. Sayangnya, kebijakan ini ternyata belum berdampak luar biasa di Negeri Serumpun Sebalai.

"Harga TBS di Bangka Belitung sudah naik. Tetapi naiknya kenaikan baru sekitar Rp 60 per kilogram dari harga sebelumnya," kata Didit, Senin (21/1).

Hal tersebut dipertanyakan Didit dalam rapat dengar pendapat dengan Dinas Pertanian, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Satgas Percepatan Harga Sawit, dan BUMD Babel.

Ia meminta Pemprov Babel serius menangani masalah ini. Kenaikan harga CPO di pasar dunia imbas dari kebijakan Presiden Jokowi menghapus pajak impor CPO harus dimanfaatkan.

Menurut Didit, Pemprov Babel harus tanggap. Harga TBS di tingkat petani seharusnya sudah naik secara signifikan.

"Kenaikan harga CPO di pasar dunia sangat signifikan. Tetapi kenapa di Bangka Belitung harga TBS belum naik signifikan? Ini yang kita pertanyakan.

Pemerintah provinsi harus segera menyinkronkan program pusat ke daerah agar harga TBS petani sawit kita naik signifikan," tuturnya.

Terkait kenaikan harga CPO, lanjut Didit, Dinas Pertanian Babel berkomitmen segera menyinkronkan dengan program daerah. Dalam waktu dekat akan mengundang pengusaha pabrik sawit di Babel terkait kenaikan harga TBS di Negeri Serumpun Sebalai.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved