Banyak Cewek Berpakaian Seksi, Layani Pembeli Miras di Pusat Kuliner Sungailiat

Tim gabungan dari Satpol PP, Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan, Lurah Sungailiat serta personel TNI AD melakukan razia

Banyak Cewek Berpakaian Seksi, Layani Pembeli Miras di Pusat Kuliner Sungailiat
IST/Kiriman Satpol PP Bangka
Tim Satpol PP Bangka bersama tim gabungan lainnya menyita Miras di warung-warung Pusat Kuliner Taman Kota Sungailiat, Selasa (22/1/2018). 

BANGKAPOS.COM -- Tim gabungan dari Satpol PP, Dinas Tenaga Kerja Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangka, Lurah Sungailiat serta personel TNI AD melakukan razia minuman keras (miras), Selasa (22/1/2019) malam di kawasan Pusat Kuliner Taman Kota Sungailiat (TKS).

Razia dilakukan setelah petugas mendapat laporan bahwa lokasi pusat kuliner yang dulunya eks Pasar Mambo, ada pedagang yang menjual miras. Saat razia tim terpadu menemukan 55 botol bir dan satu botol arak.

Kasatpol PP M Dalyan Amri melalui Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka Achmad Suherman menyesalkan penjual miras di Pusat Kuliner TKS yang biasa saja dan merasa tidak bersalah saat dirazia.

Mereka juga tidak jera karena sudah beberapa kali dirazia dan diingatkan. Selain itu juga didapati banyak cewek berpakaian seksi di warung tersebut yang melayani para pembeli.

"Saat razia banyak kami ditemukan botol-botol bir kosong berserakan di belakang warung tersebut. Ada cewek-cewek seksi yang tugasnya menuang bir dan menemani ngobrol," ungkap Suherman kepada BN, Rabu (23/1/2019).

Sedangkan untuk prostitusi, menurutnya saat razia tidak mereka temukan. Namun ia menyesalkan kondisi warung di eks Pasar Mambo Sungailiat yang menjadi warung remang-remang saat dialihkan ke pusat kuliner di TKS ini tetap saja seperti sebelumnya.

Beberapa pedagang tetap menjual miras dengan mempekerjakan cewek-cewek berpakaian seksi. Apalagi ironisnya keberadaan warung tersebut di belakang masjid sehingga kondisi ini sudah tidak wajar. "Memang tidak berubah malahan semakin jadi," sesal Suherman.

Untuk itu ia minta pihak pengelola Pusat Kuliner TKS harus tegas dengan mengembalikan fungsinya sebagai pusat kuliner. "Sekarang ini masyarakat sungkan mau duduk belanja ke Mambo ngajak keluarga dan anak karena jualan miras ini tambah lagi cewek-cewek seksi," keluh Suherman.

Padahal TKS ini tempat yang dibangun Pemkab Bangka dengan dana miliaran rupiah, tetapi sayangnya disalahgunakan. "Kami minta semua pihak mendukung agar Mambo dibersihkan dari hal-hal negatif. Kembalikan ke fungsi awal. Mana banyak tambahan tenda-tenda jadi kesan kumuh," ungkap Suherman.

Ia menyarankan jika para pedagang inovatif jualan makanan, enak, dan bersih pasti pembeli akan ramai. "Bukan inovasi pakai miras," tegas Suherman.

Untuk itu pihaknya sebagai penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) akam melakukan pemanggilan terhadap lima penyewa di pusat kuliner di TKS yang kedapatan berjualan bir minuman beralkohol golongan A pada Jumat (25/1/2019) nanti.

Para pedagang tersebut dinilai melanggar Perda Nonor 10 Tahun 2013 tentang penjualan minuman beralkohol. Mereka terancam denda setingginya Rp 50 juta atau kurungan tiga bulan penjara.

Selain itu ada di antara para pedagang tersebut yang menyewakan kiosnya ke orang lain. Jadi bisa terancam putusan kontrak sewa.

"Hari Jumat ini akan kami periksa dan dipanggil sebagai saksi. Kami minta mereka datang dan kooperatif. Apabila dua kali panggilan tidak hadir terpaksa kami minta bantuan ke polisi untuk upaya paksa," tegas Suherman. (nurhayati)

Editor: Herru W
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved