Bertemu Molen, Presidium Kace Timur Kembali Nyatakan Keinginan Bergabung dengan Pangkalpinang

Ketua Presidium Kace Timur Fahmi Junaidi menyatakan, 85 persen warga Kace Timur mendukung keinginan bergabung ini

Bertemu Molen, Presidium Kace Timur Kembali Nyatakan Keinginan Bergabung dengan Pangkalpinang
(BANGKA POS / DEDY QURNIAWAN)
Presidium Kace Timur saat beraudiensi dengan Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) di ruang rapat wali kota, Rabu (23/1/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kace Timur, Kabupaten Bangka, kembali menyatakan keseriusannya bergabung dengan Kota Pangkalpinang. Hal ini terungkap saat enam orang dari Presidium Kace Timur beraudiensi dengan Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) di ruang rapat wali kota, Rabu (23/1/2019) siang.

Ketua Presidium Kace Timur Fahmi Junaidi menyatakan, 85 persen warga Kace Timur mendukung keinginan bergabung ini. Keinginan Kace Timur bergabung dengan Pangkalpinang, menurut Fahmi, disebabkan oleh beberapa hal.

Satu di antaranya adalah terkait memudahkan administrasi warga. Selama ini, warga Kace Timur perlu ke Sungailiat yang berjarak sekitar 40 kilometer untuk keperluan administrasi mereka.

"Pada intinya masyarakat Kace Timur bergabung dengan Pangkalpinang bukan karena apa-apa. Karena kami lebih dekat dengan Pangkalpinang, urusan ke Sungailiat jauh, 40 km, Pangkalpinang dekat, anak sekolah juga banyak ke Pangkalpinang, yang bekerja juga 80 persennya di Pangkalpinang," beber Fahmi.

Ditemui setelah pertemuan tersebut, Fahmi mengatakan rencana ini setidaknya sudah diutarakan sejak zaman Gubernur Babel dijabat Rustam Efendi. Pihaknya menyambut baik saat mendengar sudah ada kesepakatan lisan antara Bupati Bangka dan Wali Kota Pangkalpinang mengenai hal ini.

"Waktu itu terhambat karena ada proses pergantian gubernur, lantas kami mau tidaklanjuti lagi ada pergantian bupati, wali kota pada saat itu," kata Fahmi di dalam pertemuan tersebut.

Alasan lainnya adalah warga Kace Timur merasa pembangunan di daerah mereka lamban. Hal berbeda saat Kace Timur melintas dan melihat pembangunan di wilayah Pangkalpinang yang dinilai pesat.

"Kami bukan mengatakan Kabupaten Bangka menganaktirikan kami, tidak. Memang kondisinya, Kabupaten Bangka ini tidak bisa menjangkau atau melihat kondisi kami yang sebenarnya," ucap Fahmi.

Dia menegaskan bahwa keinginan bergabung ini tidak ada unsur-unsur politis. Keinginan ini disebut murni keinginan warga Kace Timur.

"Jadi jangan dipolitisir seakan-akan Pangkalpinang mau mengambil Kace Timur. Tidak. Kami yang ingin bergabung," kata Fahmi.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved