Oknum Guru SD Cabuli Muridnya di Dalam Kelas

Seorang oknum guru sekolah dasar (SD) berinisial BI alias BY (59) di Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, ditangkap

Oknum Guru SD Cabuli Muridnya di Dalam Kelas
tribunnews.com
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM  -- Seorang oknum guru sekolah dasar (SD) berinisial BI alias BY (59) di Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, ditangkap Satuan Reskrim Polres Bangka, Senin (21/1) petang.

BI yang berprofesi sebagai guru agama ini ditangkap polisi karena mencabuli seorang murid perempuannya sendiri, sebut saja Bunga (7) di dalam kelas.

"Penangkapan dilakukan pada Senin (2/1) sekira pukul 17.00 WIB. Berdasarkan informasi hasil penyelidikan telah diamankan tersangka BI alias BY di kediamannya. Kemudian tersangka dibawa ke Mako Polres Bangka untuk proses lebih lanjut," kata Kapolres Bangka AKBP Budi Arianto diwakili Kasat Reskrim AKP Rio RP kepada BN, Senin (21/1) sekitar pukul 22.30 WIB.

Penangkapan oknum guru tersebut, kata AKP Rio berawal adanya laporan korban kepada orangtuanya. Orangtua korban kemudian melaporkan kasus ini ke Mapolres Bangka.

"Kronologis kejadian berawal pada Kamis (17/1) sekira pukul 08.30 WIB di ruang kelas I A ," sebutnya.

Saat itu korban dan teman-teman sekelasnya sedang belajar mata pelajaran yang diajarkan oleh tersangka pelaku.

Setelah bel istirahat berbunyi, tema-teman korban disuruh keluar kelas, sedangkan korban disuruh tetap di dalam kelas.

"Dengan alasan tugas menulis korban belum selesai," beber AKP Rio, mengutip pengakuan korban kepada polisi.

Setelah teman-teman korban keluar, pelaku menutup pintu. Selanjutnya pelaku duduk di meja guru dan mengoreksi tugas tulisan murid-murid dan kemudian pelaku menyuruh korban menyimpan bukunya.

Pelaku kemudian menyuruh korban menghampirinya, lalu pelaku menyuruh korban duduk di pangkuan pelaku.

"Setelah itu pelaku mencabuli korban. Korban sempat menolak dengan cara menarik tangannya. Korban tidak berteriak atau melawan dikarenakan pelaku sering menasehati korban dengan berkata anak harus menurut pada orangtua, kalau tidak menurut maka akan berdosa," kata AKP Rio, masih mengutip pengakuan korban.

Setelah melakukan perbuatan tersebut pelaku menyuruh korban keluar kelas untuk istirahat dan bermain dengan teman-teman. Setelah pulang sekolah korban melaporkan kejadian tersebut kepada ibunya (pelapor).

Atas kejadian ini korban merasa takut dan trauma, lalu ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Kepolisian Resort Bangka guna pengusutan lebih lanjut.

"Tersangka dijerat Pasal 82 Ayat (1) dan Pasal 82 Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak," tegas AKP Rio memastikan, tersangka sudah dijebloskan dalam ruang tahanan Polres Bangka. (ferri laskary)

Editor: Herru W
Sumber: babel news
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved