Ahmadi Sopyan Ajak Pemuda Babel Berwirausaha Guna Tekan Angka Pengangguran

Ahmadi Sopyan mengungkapkan generasi muda memiliki gagasan menarik yang bisa dikonversi menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomis.

Ahmadi Sopyan Ajak Pemuda Babel Berwirausaha Guna Tekan Angka Pengangguran
Bangka Pos
Ahmadi Sopyan Ajak Pemuda Babel Berwirausaha Guna Tekan Angka Pengangguran 

BANGKAPOS.COM -- Budayawan, Ahmadi Sopyan mengungkapkan generasi muda memiliki gagasan menarik yang bisa dikonversi menjadi produk kreatif yang bernilai ekonomis. Ahmadi ingin anak muda Babel mau memanfaatkan kreativitasnya dengan berwirausaha.

“Ini harus dimanfaatkan untuk anak-anak muda agar mereka bisa berkreasi. Dari kreasi itu bisa memberikan mereka penghasilan sendiri,” kata Ahmadi di Pangkalpinang.

Hal itu juga sebagai upaya untuk memberdayakan sumber daya manusia (SDM) lokal sekaligus menekan angka pengangguran di wilayah Babel. Menurutnya, tingginya permintaan produk kreatif bisa menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk berkreasi menghasilkan produk-produk olahan yang menarik.

"Dengan melakukan usaha ekonomi kreatif ini sebagai salah satu langkah untuk memberdayakan sumber daya manusia yang ada. Para generasi muda bisa diberdayakan untuk mengembangkan sisi pengemasan produk yg lebih inovatif, strategi menjual, dan membuka jaringan ke lingkup pasar yang lebih luas," ucapnya.

Menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Babel pada tahun 2018 lalu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 3,16 persen. Jumlah ini terdata dari jumlah angkatan kerja yang mencapai 756.940 orang, melonjak dari tahun 2017 sebelumnya yang berjumlah 699.017 orang.

Adapun, TPT tertinggi terdapat pada kelompok jenjang pendidikan Diploma/Sarjana sebesar 6,69 persen. Sementara itu, pengangguran pada jenjang lulusan pendidikan SMA/SMK sebesar 4,9 persen.

Ahmadi Sopyan yang juga mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI Dapil Babel ini mengatakan bahwa kreativitas anak muda bisa diterapkan untuk mengembangkan kemasan produk UMKM Babel. Kemudian, mereka juga mampu diberdayakan untuk memasarkan produk UMKM Babel melalui pasar digital melalui e-commerce.

"Kebanyakan produk-produk yang lebih terjual di pasaran pertama kali dan dilirik pembeli karena kemasannya yang menarik. Harus tetap dikelola anak muda karena mereka sudah paham serta melek teknologi dan juga media sosial," pungkasnya.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved