Pelaku Narkotika Jenis Sabu Ini Divonis 8 Tahun Penjara

Sandi alias Momo tak dapat berbuat banyak ketika majelis hakim memvonis dirinya dengan sanksi hukuman penjara selama 8 tahun

Pelaku Narkotika Jenis Sabu Ini Divonis 8 Tahun Penjara
Bangka Pos/ Ryan A Prakasa
Humas Pengadilan Negeri Kelas I Pangkalpinang, Hotma EP Sipahutar SH MH. 

BANGKAPOS.COM  - Sandi alias Momo tak dapat berbuat banyak ketika majelis hakim memvonis dirinya dengan sanksi hukuman penjara selama 8 tahun dan subsider selama 2 bulan.

Tak hanya itu, Momo pun oleh majelis dijatuhkan pula sanksi hukuman yakni berupa wajib membayar denda sebesar Rp 1 miliar terkait perkara atau kasus narkotika yang menjeratnya kini.

Sidang putusan terhadap pelaku narkotika satu ini (Momo), Selasa (11/1/2019) di Pengadilan Negeri Kelas I B Pangkalpinang.

Seperti diketahui atau sesuai informasi di website resmi Pengadilan Negeri Kelas IB Pangkalpinang disebutkan kejadian yang menyeret Momo hingga divonis majelis hakim yakni bermula saat kejadian dirinya, Senin (24/9/2018) sekitar pukul 17.00 WIB, atau di jln Kakao Husman, Kel Lontong Pancur, Kec. Pangkal Balam, Pangkal Pinang saat itu terdakwa (Momo) bertemu dengan Akew (DPO).

Malam itu, terdakwa (Momo) sempat membeli 1 (satu) paket besar narkoba jenis sabu-sabu yang kemudian terdakwa bagi menjadi beberapa paket kecil sabu untuk terdakwa jual kembali, lalu paket sabu-sabu tersebut di simpan oleh terdakwa di kandang ayam belakang rumah tersebut.

Selanjutnya, atau malam itu juga sekitar pukul 23.00 WIB, terdakwa didatangi oleh saksi Nadi yang membeli 1 (satu) paket sabu seharga Rp. 400.000,-, dan setelah menyerahkan sabu, terdakwa (Momo) lalu menyimpan sisanya sebanyak 7 (tujuh) paket beserta 3 (tiga) buah potongan sedotan plastik berwarna kuning berisikan Kristal putih; dan 2 (dua) buah potongan sedotan plastik berwarna kuning berisikan kristal putih di kandang ayam di belakang rumah tersebut.

Kemudian saksi Nadi, setelah membeli sabu dari terdakwa tak menyangka saat itu malah tertangkap beserta barang bukti berupa satu paket sabu-sabu oleh anggota kepolisian Dirnarkoba Polda Kep. Babel kebetulan melakukan tugas undercover-buy, dan memberikan informasi bahwa sabu-sabu tersebut dibeli dari terdakwa (Momo).

Selanjutnya pun saksi lainnya bersama anggota Ditnarkoba Polda Kep Babel pun sempat mendatangi rumah terdakwa dan dengan disaksikan saksi M Jamil guna melakukan penggeledahan dan saat digeledah terdakwa mengakui telah menjual sabu-sabu ke saksi Nadi lalu menunjukkan lokasi penyimpanan narkotika miliknya berupa 7 (tujuh) paket beserta 3 (tiga) buah potongan sedotan plastik berwarna kuning berisikan Kristal putih; dan 2 (dua) buah potongan sedotan plastik berwarna kuning berisikan Kristal putih yang sebelumnya disimpan di belakang rumahnya tersebut.

Lantaran terdakwa bukan seorang apoteker ataupun pedagang besar farmasi dan bukan dipergunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan atau penelitian dan tidak mempunyai izin dari pejabat berwenang untuk menjual atau menjadi perantara dalam jual beli Narkotika Golongan I jenis shabu-shabu dan perbuatan terdakwa dianggap melanggar hukum atau sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Oleh karenannya lantaran perbuatan terdakwa (Momo) itu sebagaimana diatur maka diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Sementara Humas Pengadilan Negeri Kelas I Pangkalpinang, Hotma EP Sipahutar SH MH dikonfirmasi bangkapos.com, Kamis (24/1/2019) di gedung pengadilan setempat membenarkan jika terdakwa (Momo) memang telah divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas I Pangkalpinang.

"Sejumlah perkara kasus narkotika awal tahun 2019 ini telah divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas I Pangkalpinang," kata Hotma.

(Bangka Pos/Ryan A Prakasa)

Penulis: ryan augusta
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved