Besok, Ratusan Warga Gelar Aksi Tolak Pengalihan Jalan Nasional Tanjung Tinggi

Minggu, (27/1), pagi rencananya ratusan orang akan melakukan aksi pernyataan sikap dengan mendatangi Pantai Tanjung Tinggi, Desa Tanjung Tinggi

Besok, Ratusan Warga Gelar Aksi Tolak Pengalihan Jalan Nasional Tanjung Tinggi
Ist/dok pribadi masyarakat
Masterplan Pengalihan Jalan nasional di Jalan raya Tanjung Tinggi, Desa Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk. 

BANGKAPOS.COM, POSBELITUNG -- Minggu, (27/1), pagi rencananya ratusan orang akan melakukan aksi pernyataan sikap dengan mendatangi Pantai Tanjung Tinggi, Desa Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk. 

Aksi massa dari berbagai unsur tersebut bermaksdu melakukan penolakan terhadap rencana pengalihan Jalan Raya Tanjung Tinggi.

Spanduk dan selembar kain putih tersebut akan dibentangkan oleh masyarakat di Pantai Tanjung Tinggi. Kain putih tersebut akan dibubuhi tandatangan masyarakat, organisasi masyarakat dan pelaku wisata yang tidak setuju dengan adanya pengalihan Jalan Nasional tersebut.

Jalan raya yang rencana dialihkan oleh salah satu perusahaan pengembang di Kabupaten Belitung itu merupakan Jalan yang sudah ada sejak lama. Jalan itu merupakan satu-satunya akses untuk menuju pantai Tanjung Tinggi atau yang kini sudah dikenal sebagai Pantai Laskar Pelangi.

"Besok hanya memasang spanduk penolakan dan tandatangan penolakan (penolakan pengalihan Jalan Raya). Karena memang dari awal warga tidak setuju dengan pengalihan Jalan itu," kata Kepala Desa (Kades) Tanjung Tinggi Sudarmo kepada Pos Belitung, Sabtu (26/1).

Rencana pengalihan Jalan ini, semula memang tidak pernah disosialisasikan kepada masyarakat setempat. Rencana pengalihan Jalan nasional tersebut ke bagian belakang tidak pernah dikonfirmasi oleh pihak perusahaan.

"Jadi pembicaraan sebelumnya tidak ada, konfirmasi kepada kami sebagai perangkat desa sama sekali tidak pernah, apalagi masyarakat. Jadi masyarakat tidak pernah dilibatkan dalam urusan itu," ujarnya.

Rata-rata masyarakat di Desa Tanjung Tinggi di sekitarnya tidak setuju adanya pengalihan Jalan tersebut. Salah satu yang membuat mereka tidak setuju, lantaran di Master Plan yang terpajang di Jalan raya tersebut, pantai Tanjung Tinggi akan dijadikan ruang privat hotel.

"Tentunya kalau sudah menjadi area hotel, publik tidak akan bisa ke situ lagi, aksesnya sudah di dalam perusahaan itu. Kalau masyarakat di Tanjung Tinggi ini rata-rata tidak ada yang setuju," ucapnya.

Masyarakat khusus Desa Tanjung Tinggi, semula memang sudah pernah mengadu persoalan tersebut kepada BPD Desa Tanjung Tinggi dan Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Tinggi beberapa waktu lalu. Pasalnya dari hasil pengamatan di master plan yang terpampang di pinggir persimpangan Jalan Ranati tidak ada untuk area publik.

Halaman
12
Penulis: Disa Aryandi
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved