VIDEO : Hindari Terjerat Kasus Hukum, Para Perangkat Desa Ikut Workshop Siskeudes

Penyusunan APBDes ini dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan jadi harus tahu betul

BANGKAPOS.COM, BANGKA-Para perangkat desa di Kabupaten Bangka mengikuti workshop penyusunan APBDes Tahun 2019 berbasis sistem keuangan desa (siskeudes), Senin (28/1/2019) di Hotel Novilla Sungailiat.

Workshop ini diselenggarakan oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bangka bersama dengan Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan BPKP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bangka Syahbudin, Ketua Kejaksaan Negeri Bangka Rilke Jeffri Huwae, Kepala Dinsopemdes Kabupaten Bangka Arman Agus, Perwakilan BPKP Babel,  Ketua APDESI Kabupaten Bangka Yusri Tamrin, para kepala desa, sekdes dan perangkat desa lainnya se Kabupaten Bangka.

Kegiatan diadakan agar para kedes, sekdes dan perangkat desa bisa mengelola APBDes sesuai dengan siskeudes sehingga bisa menghindari penyalahgunaan dan tidak terjerumus ke masalah hukum.

Ketua APDESI Kabupaten Bangka Yusri Tamrin mengingatkan para kades bahwa kebijakan yang ambil berkaitan dengan aspek politis, aspek yuridis berkaitan dengan aturan ataupun regulasi, aspek empiris berkaitan dengan pengalaman, dan berbasis teknis sehingga harus benar-benar memahaminya dengan baik. 

"Penyusunan APBDes ini dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan jadi harus tahu betul, terlebih dalam pertanggungjawaban," tegas Yusri.

Untuk itu ia minta para kades juga mengikuti workshop penyusunan APBDes Tahun 2019 berbasis siskeudes dengan baik. 

Workshop ini dikuti 142 peserta, diadakan sebanyak dua gelombang, pertama dari tanggal 29 hingga 30 Januari dan kedua tanggal 30 Januari hingga 1 Februari 2019. 

Dia berharap penyelenggaraan workshop ini bisa menghasilkan produk yang bisa dipahami secara efektif, efisien, terukur dan terarah. 

"Ini adalah siskeudes aplikasi sofware terbaru di dalamnya ada hal-hal yang berubah. BPKP bisa menjelaskan memberikan ilmunya. Ini merupakan implementasi Permendagri Nomor 20 tahun 2018," harap Yusri. (BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved