VIDEO: Majelis Hakim Tolak Gugatan Deddy Yulianto

Penasihat hukum Erzaldi, Jhohan Adhi Ferdian, SH CLA membenarkan jika putusan majelis hakim pengadilan menggugurkan gugatan Deddy Yulianto

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Setelah beberapa kali menjalani proses persidangan, akhirnya majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas 1 B Pangkalpinang yang diketuai Sri Endang Amperawati Ningsih SH MH membatalkan gugatan Deddy Yulianto terhadap ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bangka Belitung, H Erzaldi Rosman Djohan, dalam persidangan yang digelar, Senin (28/1/2019).

Penasihat hukum Erzaldi, Jhohan Adhi Ferdian, SH CLA membenarkan jika putusan majelis hakim pengadilan menggugurkan gugatan Deddy Yulianto terhadap kliennya. 

"Jadi hasil sidang hari ini majelis hakim membatalkan gugatan saudara Deddy Yulianto sebagai penggugat," kata Jhohan kepada wartawan saat menggelar konferensi pers, Senin (28/1/2019) di sebuah kafe di Kota Pangkalpinang.

Ia mengulas kembali hasil putusan gugatan Deddy Yulianto terhadap Erzaldi Rosman Djohan dianggap prematur. 

"Alasan pertimbangan majelis hakim bahwa gugatan tersebut dianggap prematur karena harus melalui mekanisme partai, nah sedangkan beliau Deddy Yulianto langsung mengambil tindakan gugatan," terangnya.

Dalam putusan sidang majelis hakim juga memutuskan pihak penggugat wajib membayar biaya sidang perkara senilai Rp 351.000,-.

"Kami sampai saat ini tetap masih menunggu apakah pihak Deddy Yulianto selaku penggugat ingin melakukan tindakan hukum yang lain atau kita incraht," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Deddy Yulianto melalui kuasa hukumnya, Agus Purnomo SH & Rekan tak banyak berkomentar terkait hasil putusan majelis hakim.

"Kita ikuti saja berdasarkan putusan pengadilan yang memutuskan untuk dikembalikan ke mahkamah partai untuk penyelesaian permasalahannya," kata Agus Purnomo dalam pesan singkatnya yang diterima bangkapos.com, Senin (29/1/2019) sore.

Apakah pihaknya mengajukan kasasi?

"Kita tidak melakukan kasasi melainkan menunggu panggilan dari partai Gerindra untuk penyelesaian permasalahan tersebut melalui mahkamah partai," tegasnya.

Sekedar diketahui, perkara perdata politik ini bisa naik ke persidangan lantaran Deddy Yulianto merasa tak terima jika dirinya diusulkan untuk di-PAW (Pengganti Antar Waktu) oleh partainya.

Hal tersebut berdasarkan adanya surat resmi yang diterbitkan oleh ketua DPD Gerindra Babel ditujukan langsung kepada pimpinan DPRD Provinsi Bangka Belitung tertanggal 19 Oktober 2018 lalu.

(Bangka Pos/Ryan Augusta Prakasa)

Penulis: ryan augusta
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved