Biaya Haji Indonesia Termurah se-ASEAN, Ini Penjelasan Menag Soal Masa Tunggunya Disebut Paling Lama

Kementerian Agama (Kemenag) mengklaim, Biaya Penyelenggaraan Haji Indonesia (BPIH), paling murah di antara negara-negara ASEAN.

Biaya Haji Indonesia Termurah se-ASEAN, Ini Penjelasan Menag Soal Masa Tunggunya Disebut Paling Lama
Dokumen Bangka Pos
Ratusan Jemaah Haji mengikuti pengarahan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman di Rumah Makan Gale-Gale, Kamis (5/7/2018) 

BANGKAPOS.COM - Kementerian Agama (Kemenag) mengklaim, Biaya Penyelenggaraan Haji Indonesia (BPIH), paling murah di antara negara-negara ASEAN.

Lantas, benarkah bila masa tunggu keberangkatan haji di Indonesia paling lama?

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin pun memberikan penjelasan.

Sebelumnya, Kemenag merilis daftar biaya haji dari negara-negara ASEAN dalam rentang waktu 2015 hingga 2018.

 

"Hasil kajian kami, dalam rentang 2015 hingga 2018, BPIH Indonesia, paling rendah dibanding Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura," ujar Sekretaris Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Ramadhan Harisman di Jakarta, Senin (28/1/2019).

Menurut Ramadhan, dalam empat tahun terakhir, rata-rata biaya haji Brunei Darussalam berkisar di atas 8000 dolar AS (Rp 112,9 juta, 1 dolar=Rp 14.125).

Persisnya, 8.738 dolar AS (2015), 8.788 dolar AS (2016), 8.422 dolar AS (2017), dan 8.980 dolar AS (2018).

Untuk Singapura, rata-rata di atas 5000 dolar AS (Rp 70,6 juta) yaitu 5.176 dolar AS (2015), 5.354 dolar AS (2016), 4.436 dolar AS (2017), dan 5.323 dolar AS (2018).

Sementara Malaysia, rata-rata biaya haji sebesar 2.750 dolar AS atau setara Rp 38,8 juta (2015), 2.568 dolar AS (2016), 2.254 dolar AS (2017), dan 2.557 (2018).

Untuk Indonesia, rata-rata BPIH Indonesia pada 2015 sebesar 2.717 dolar AS (Rp 38,3 juta).

Halaman
123
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved