Mendikbud Sebut Rekrutmen Guru Melalui P3K Februari Ini, Sekda Babel Singgung Soal Anggaran

Menteri Pendidikan RI, Muhadjir Effendy mengatakan akan dilakukan rekrutmen tenaga guru melalui sistem PPPK atau P3K

Mendikbud Sebut Rekrutmen Guru Melalui P3K Februari Ini, Sekda Babel Singgung Soal Anggaran
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Menteri Pendidikan RI, Muhadjir Effendy. 

BANGKAPOS.COM - Menteri Pendidikan RI, Muhadjir Effendy mengatakan akan dilakukan rekrutmen tenaga guru melalui sistem Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK atau P3K).

"Februari nanti rekrutmen guru dengan PPPK," katanya usai menghadiri Launching Komunitas Literasi Babel, di Pangkalpinang, Kamis (31/1/2019).

Muhadjir mengatakan komposisi guru honorer memang sudah banyak, maka dilakukan penerimaan dengan mekanisme P3K.

"Komposisi guru honor banyak, nanti ada rekrutmen melalui P3K Februari," sebutnya.

Diberitakan Sebelumnya, Sekretaris Daerah Babel, Yan Megawandi mengatakan pemerintah pusat telah mensosialisasikan tentang pola penerimaan P3K ini.

"Formasi P3K yang memprioritaskan bidang kependidikan, medis dan penyuluh pertanian. Skemanya tetap harus tes," kata Yan, Rabu (30/1/2019).

Yan menyebutkan, dari hasil pertemuan tersebut ada hal yang belum disepakati pasalnya untuk melakukan rekrutmen dan sistem gaji dibebankan kepada pemerintah daerah melalui APBD.

"Kemarin itu ada perdebatan daerah harus membuat pernyataan menyiapkan anggaran di APBD masing-masing untuk biaya rekrutmen dan pembiayaan lain, seperti gaji mereka, yang sebagaimana besar kepala daerah belum menyetujui ini," beber Yan.

Mengetahui adanya pola ini, Yan menyebutkan pemprov Babel pun urung untuk menyerahkan data kebutuhan, dan banyak kepala daerah meminta pemerintah pusat untuk mengkaji hal ini.

"Kita memang membutuhkan, misalnya di pendidikan butuh ratusan orang, medis pun demikian. Tapi, daerah kita tidak terlalu surplus anggaran. Kenapa ini tidak menjadi beban pemerintah pusat pola rekrutmen, pemerintah pusat menanggung untuk beban penyelenggaraan," ujarnya.

Yan, belum bisa memastikan pemprov Babel akan melakukan rekrutmen ini atau tidak. Pihaknya, masih menunggu kebijakan pusat, dan akan mengikuti kebijakan pusat. Namun, jika memang harus dipaksakan menggunakan APBD ini cukup berat.

"Kita memang membutuhkan, cuma persoalannya kemampuan keuangan kita. Ini kan mendadak, APBD 2019 sudah diketuk. Kenapa enggak tahun sebelumnya kita dikonfirmasikan soal itu," ujarnya. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved