AIMI Babel Akan Gelar Seminar Permasalahan Makan Anak Bertajuk "Makan Bukan Perang"

Berbagai hambatan dalam pemberian makan anak tersebut seringkali membuat orang tua dan anak merasa bahwa sesi makan adalah “perang”.

AIMI Babel Akan Gelar Seminar Permasalahan Makan Anak Bertajuk
AIMI BABEL
AIMI BABEL Akan Gelar Seminar Permasalahan Makan Anak Bertajuk Makan Bukan Perang 

BANGKAPOS.COM - Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Bangka Belitung bakal menyelenggarakan seminar bertajuk "Makan Bukan Perang: Menghadapi Berbagai Permasalahan Makan pada Anak" pada Minggu (3/2/2019) pukul 8.00-12.00 WIB mendatang di Tins Plaza Pangkalpinang.

Seminar ini menghadirkan dua orang narasumber, yakni dr spesialis anak dr Baiq Watik Sp.A dan ahli gizi, Ratmawati S.Gz, M.Gz.

“Satu lagi yang akan membuat seminar ini semakin menarik adalah sharing pengalaman langsung dalam memberi makan anak dari ibu-ibu yang juga merupakan pengurus AIMI Bangka Belitung. Jadi, jangan ketinggalan ya,” ujar Wakil ketua AIMI Babel Milla melalui rilis pers yang diterima Bangka Pos, Jumat (1/2/2019).

Dia mengatakan seminar ini digelar guna memperingati HUT ke-4 AIMI Babel. AIMI Bangka Belitung diresmikan pada tanggal 14 Desember 2014 dan merupakan organisasi nirlaba yang mendukung serta mempromosikan kesehatan bagi ibu dan bayi di Indonesia melalui proses menyusui dan pemberian MP-ASI lokal/ rumahan.

"AIMI Bangka Belitung rutin melakukan beberapa kegiatan diantaranya Kelas Menyusui 1 dan 2, Kelas MP-ASI, Layanan konseling home-visit dan client- visit , AGTO (AIMI Goes To Office), AGTC (Aimi Goes To Community), dan kegiatan-kegiatan terkait kesehatan ibu dan bayi lainnyan," ujarnya.

Menurut Milla, masa kanak-kanak adalah awal merupakan masa emas yang akan menentukan tumbuh kembang seseorang di kemudian hari. Pada masa ini, makan merupakan salah satu faktor penting yang akan mendukung mereka bertumbuhkembang, mencegah stunting (balita pendek dan sangat pendek), serta meningkatkan kualitas hidup anak.

Pemberian makanan padat bagi anak dimulai dari MP-ASI (Makanan Pendamping Asi) yang diberikan pada usia 6 bulan setelah anak lulus dari ASI Ekslusif (Asi saja dari usia 0-6 bulan). Memasuki masa MP-ASI, banyak pertanyaan dan kekhawatiran yang pastinya singgah di kepala para orang tua.

Mulai dari kurangnya pengetahuan tentang cara menyiapkan, mengolah dan menyajikan MP-ASI yang tepat, hingga faktor dari anak sendiri, seperti anak yang sulit makan: picky eater (anak pilih-pilih makanan) atau small eater (makan dalam jumlah sedikit).

“Belum lagi kepercayaan pada berbagai mitos dan pantangan yang tidak tepat, misalnya bayi 6 bulan belum boleh mengkonsumsi protein hewani, juga mempersulit diri dalam penggunaan bahan makanan untuk MP-ASI seperti harus menggunakan ikan salmon, olive oil yang harganya mahal dan juga sulit didapat,” ujar dia.

Ketua panitia seminar ini, Salsabilla menambahkan kesulitan-kesulitan ini pada akhirnya diiringi juga dengan keluhan orang tua mengenai berat badan anak yang sulit naik ketika anak memasuki masa MP-ASI. Berbagai hambatan dalam pemberian makan anak tersebut seringkali membuat orang tua dan anak merasa bahwa sesi makan adalah “perang”.

Akibatnya, proses makan menjadi terasa menekan dan menakutkan. Oleh karena itu, dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke-4, Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Bangka Belitung mengadakan seminar bertajuk ‘Makan Bukan Perang: Menghadapi Berbagai Permasalahan Makan Pada Anak’.

“Seminar ini ditujukan untuk umum, dengan mengangkat tema yang memang seringkali menjadi permasalahan berbagai orang tua,” kata Salsabilla. (BANGKA POS / rilis pers / dedyqurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved