Ratusan Musisi Tolak RUU Permusikan, Begini Respon Anang Hermansyah

Rancangan Undang-undang Permusikan menuai kontroversi dan penolakan dari 267 musisi. Petisi yang dilayangkan pun mulai ramai di media sosial.

Ratusan Musisi Tolak RUU Permusikan, Begini Respon Anang Hermansyah
instagram.com/koalisinasionaltolakruup
koalisi nasional tolak ruup 

BANGKAPOS.COM – Perilisan Rancangan Undang-undang (RUU) tentang permusikan disambut negatif oleh 267 musisi yang mayoritas bergerak diranah independen.

Mereka membuat kualisi nasional tolak RUU dan mengeluarkan petisi di media social karena menganggap peraturan tersebut merugikan dan mempenjarai kreativitas musisi.

Sederet musisi ternama yang bergerak di ranah independen, seperti Rara Sekar, Danilla Riyadi, Endah N Rhesa, Efek Rumah Kaca, Bonita, Barasuara, Vira Talissa, Petra Sihombing, Nadine Hamizah, Mondo Gascaro, dan lain-lain. Mereka berpendapat kalau pemerintah tidak memiliki kepentingan untuk mengesahkan undang-undang tersebut karena berpotensi meresepsi musisi.

Ratusan musisi yang tergabung dalam @koalisinasionaltolakruup menilai naskah RUU Permusikan menyimpan banyak masalah fundamental yang membatasi dan menghambat dukungan proses kreasi. Selain itu, RUU permusikan mempunyai pasal yang tumpang tindih dengan beberapa undang-undang lain.

Seperti, Undang-Undang Hak Cipta, Undang-Undang Serah-Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, dan Undang-Undang ITE.

Hal itu disampaikan pada akun instagram @koalisinasionaltolakruup.

Rara Sekar, mantan vokalis grup Banda Neira menyebutkan ada 19 pasal yang bermasalah. Dirinya menyebut tidak adanya kejelasan terkait apa dan siapa yang menjadi target pasal tersebut.

Sementara itu penyanyi solo, Danilla menuturkan kesejahteraan musisi sudah diatur dalam Undang Undang Perlindungan Hak Cipta.

"Kalau musisinya ingin sejahtera, sebetulnya sudah ada UU Pelindungan Hak Cipta dan lain sebagainya dari badan yang lebih mampu melindungi itu; jadi untuk apa lagi RUU Permusikan ini," ujarnya.

Lalu, mereka berpendapat RUU permusikan mermajinalisasikan musisi independen dan berpihak kepada industry besar. Memaksakan kehendak dan mendeskriminasi karena adanya keharusan uji kompetensi dan sertifikasi musisi.

Halaman
12
Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: ediyusmanto
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved