Zuristyo: UMKM Menjadi Kekuatan Ekonomi Babel

Caleg Partai Nasdem DPR RI Zuristyo Firmadata memuji peran penting Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam struktur ekonomi nasional.

Zuristyo: UMKM Menjadi Kekuatan Ekonomi Babel
Istimewa
Zuristyo Firmadata foto bersama dengan pelaku UMKM Belinyu baru-baru ini. 

BANGKAPOS.COM - Caleg Partai Nasdem DPR RI yang juga Pengusaha Bangka Belitung (Babel) Zuristyo Firmadata memuji peran penting Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam struktur ekonomi nasional.

Sektor UMKM diperkirakan menyumbang 50 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dan sekitar 10 persen untuk ekspor.

"Data BPS tahun 2014 menunjukkan bahwa UMKM berkontribusi besar dalam memberikan kesempatan kerja sebesar 96,99 persen dan dalam bentuk penambahan devisa sebesar Rp 27,700 miliar," jelas Bang Tyo sapaannya saat bertemu para pelaku UMKM Belinyu baru-baru ini.

Sektor UMKM menurutnya bisa menjadi kekuatan mengembangkan ekonomi Babel yang sekarang melemah terkena dampak butterfly ekonomi pasca timah.

Ini akan menjadi kekuatan ekonomi utama kedepannya bagi Bangka Belitung. Sebab dengan semakin menurunnya cadangan timah maka otomatis sektor pertambangan timah akan terus mengalami penurunan.

"Timah digembor-gemborkan sebagai tumpuan pertumbuhan ekonomi pada akhirnya ketika SDA tersebut habis berdampak pada permasalahan panjang dan berkelanjutan. Sementara UMKM dapat menjadi solusi masalah perekonomian di Bangka Belitung karena akan terus tumbuh," ujar pria kelahiran Muntok, Bangka Barat ini.

Masyarakat Babel menurutnya tidak harus bergantung pada sektor timah yang sewaktu-waktu bisa habis dan tidak dapat diperbaharui. Karenanya Ia mengajak masyarakat memacu kreativitas individual untuk menjalankan UMKM.

"UMKM dapat menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru yang pastinya akan berdampak pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan angka kesejahteraan masyarakat," kata pengusaha yang fokus mengembangkan ekonomi umat ini.

Menurutnya Provinsi Bangka Belitung menyimpan banyak potensi besar. Namun, saat ini pembangunan ekonomi di Negeri Serumpun Sebalai seperti jalan di tempat, karena tidak dikembangkan sesuai dengan kondisi struktur ekonomi provinsi yang didominasi oleh sektor pertanian dan perkebunan.

"Tentu pertanian dan perkebunan ini dapat dikembangkan menjadi tumpuan perekonomian Babel melalui UMKM. Memang, di satu sisi usaha ini tidak dapat dikembangkan dengan mudah, tapi melalui proses step by step dan berkesinambungan, masyarakat Babel melalui UMKM dapat berkembang dan mampu mendorong perekonomian Provinsi Bangka Belitung secara umum menjadi lebih baik," kata pengusaha yang mencalonkan diri menjadi caleg DPR RI Dapil Babel ini.

UMKM juga kata Bang Tyo dapat menjadi jurus jitu mendorong sektor pariwisata Bangka Belitung yang punya potensi luar biasa.

Jika UMKM berbasis pariwisata di Babel berkembang, otomatis akan membuat biaya wisatawan ke Bangka Belitung menjadi lebih terjangkau.

"Dampak positifnya akan banyak wisatawan baik domestik maupun Internasional yang datang berwisata ke Bangka Belitung," jelasnya.

Menurutnya faktor yang sering dipertimbangkan para wisatawan untuk menentukan lokasi berwisata biasanya yang pertama adalah budget, kedua keindahan alamnya.

"Bangka Belitung sudah memiliki keindahan alam yang luar biasa, tapi masih terkendala pada masalah mahalnya biaya hidup selama di Babel. Solusinya pengembangan UMKM. Dan ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kita bersama," tegas Bang Tyo. (die)

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved